Beranda Berita Utama Wakapolres dampingi Bupati Batang Wihaji Buka Acara Batang Art Festival (BAF)

Wakapolres dampingi Bupati Batang Wihaji Buka Acara Batang Art Festival (BAF)

462
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|BATANG – Acara Batang Art Festival (BAF) ke-4 dibuka oleh Bupati Batang Wihaji, yang akan digelar selama 3 hari dari tanggal 30 hingga tanggal 2 Desember 2019 bertempat di Pendopo Kabupaten Batang.

Dalam Acara ini juga di ramaikan dengan berbagai pertunjukan kreatif dari generasi anak Batang seperti seni tari kuda lumping, musik etnik teater, serta juga menampilkan 50 lukisan karya seniman dari Yogyakarta, Magelang, Semarang, Kendal, Pati, Pekalongan dan Batang.

Wihaji mengatakan, “karya seni itu harganya mahal, dan biasanya senil lukis dan budayawan dalam berkarya lebih pada bersifat kritikan sosial,”

“Budayawan rata – rata realistis dalam menggambarkan karya seninya, mereka mengkritik suasana dengan ekspresi seni dalam bentuk lukisan dan tarian,” ungkapnya.

Lanjutnya”Kami juga sangat senang dan pengagum karya seni walaupun ada sebuah gambaran atau kritikan sosial, tapi dengan pendekatan budaya kritik pedas tidak sampai melukai dan justru ini akan menjadikan introspeksi bagi yang dikritik,”

“Seni dan Budaya di Batang sudah mulai tampak ada kemajuan sesuai dengan brand Batang yakni heaven of Asia banyak tumbuh seni dan budaya di Batang bahkan menjurai di tingkat Nasional,” jelas Wihaji.

Harapan Wihaji, kegiatan BAF yang digelar selam tiga hari ini, semoga kedepanya lebih unik, ramai dan bisa lebih dinikmati oleh masyarakat serta dapat mengundang banyak pungunjung wisatawan.

“Gencarkan promosinya karena BAF kita masukan dalam kalender wisata, yang akan menampilakan pameran lukisan, musik dari berbagai akulturasi budaya, musik tardisional, tarian tradisional dan tarian modern,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Batang Tri Bakso menyampaikan dalam Acara Batang Art Festival tahun ini juga memamerkan s lukisan seharga Dua Ratus Juta Rupiah (Rp. 200.000.000) serta ada juga yg termurah Dua Puluh Lima Juta Rupiah
(Rp. 25.000.000).

Dia juga menuturkan bahwa lukisan seharga Rp. 200 juta merupakan sebuah gambaran kritik sosial kepada pemerintah, terkait dengan kebudayaan dan seni di Indonesia yang masih kurang perhatian.

“Lukisan saya menggambarkan kebudayaan kita yang seharusnya jadi milik negara, tapi kadang dijual belikan seperti tarian reog, wayang dan keris dijual oleh oknum, inilah lukisan kritik sosial,” jelasnya.

Nampak juga Wakapolres Batang Kompol Hartono bersama dengan Kepala OPD mendampingi Bupati Batang dalam acara BAF tersebut. (**/ft)