Beranda Nasional Mahasiswa serta Masyarakat Unjuk Rasa Sambangi DPR RI dan BPK, Desak Audit...

Mahasiswa serta Masyarakat Unjuk Rasa Sambangi DPR RI dan BPK, Desak Audit 3 Nama Pejabat

0

BHARATANEWS.ID | JAKARTA โ€“ Aksi gabungan mahasiswa dan masyarakat sipil menggeruduk dua gedung negara. Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Indonesia Raya (GEMARINDRA) mengepung Gedung DPR RI dan Gedung BPK RI, Jumat (02/10/2026).

Aksi tersebut menyoroti dugaan korupsi di lingkungan Bea Cukai. Massa membawa spanduk dan pengeras suara.

Koordinator lapangan GEMARINDRA, Rizky Ahmad Bayhaqi, memimpin aksi tersebut. Ia menegaskan aksi hari ini menuntut pertanggungjawaban pejabat yang diduga terlibat.

“Saya dengan Rizky Ahmad Bayhaqi. Jadi hari ini kita dari Gemarindra, Gerakan Masyarakat Indonesia Raya, melakukan aksi unjuk rasa,” ujar Rizky di lokasi.

Rizky menyebut tiga nama dalam orasinya. Ia menuding adanya dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat di Bea Cukai dan DPR RI.

“Terkait adanya tindak dugaan pidana korupsi yang dilakukan oleh Bapak Nyoman, Said Abdullah, dan Olly. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi yang berada di lingkungan Bea Cukai,” ungkapnya.

Fokus utama massa di Gedung DPR RI adalah Ketua Badan Anggaran DPR RI. Mereka mendesak DPR RI segera mengambil tindakan tegas.

“Tuntutannya kita pada hari ini di Gedung DPR ini, kita meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat DPR RI untuk bagaimana segera mencopot Bapak Said Abdullah,” tegas Rizky.

Rizky menilai Said Abdullah terafiliasi dengan praktik kotor bersama dua nama lainnya. Ia meminta DPR tidak tutup mata.

“Karena diduga terafiliasi dengan tindakan yang kotor yang dia lakukan bersama dua kawannya yaitu Nyoman dan Olly,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan, aksi berlangsung tegang. Tidak ada satu pun anggota DPR RI yang menemui massa aksi.

Gerbang Gedung DPR RI tertutup rapat. Pagar besi tinggi menghalangi akses masuk. Aparat keamanan berjaga ketat di dalam area gedung.

Mereka mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa lebih besar jika tuntutan tidak direspons.

Redaksi mencatat, penyebutan nama dalam artikel ini merupakan kutipan langsung dari orasi massa aksi. Dugaan yang disampaikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyampai aksi. Redaksi membuka ruang untuk pihak-pihak yang disebut untuk mendapatkan hak jawabnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here