Beranda Berita Utama Di Tengah Krisis Literasi Keagamaan, Majelis Ngaji Kehidupan Hadirkan Islam Moderat Berbasis...

Di Tengah Krisis Literasi Keagamaan, Majelis Ngaji Kehidupan Hadirkan Islam Moderat Berbasis Ilmu, Jamaah Capai 500 Orang hingga Selandia Baru

0

BHARATANEWS.ID | KOTA BOGOR โ€“ Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memunculkan pemahaman keagamaan secara instan dan parsial, keberadaan majelis ilmu yang menekankan pendalaman keislaman secara komprehensif menjadi semakin penting. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Majelis Ngaji Kehidupan selama dua tahun terakhir konsisten membangun ruang belajar Islam yang mengedepankan nilai-nilai moderasi, inklusivitas, serta relevansi dengan kehidupan modern tanpa meninggalkan akar budaya.

Perjalanan majelis yang didirikan oleh Ustad Rd. Muhamad Padma Negara itu menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Hingga kini, lebih dari 500 jamaah dari berbagai daerah telah bergabung. Bahkan, dakwah yang dibangun tidak lagi terbatas di dalam negeri, melainkan telah menjangkau jamaah yang berdomisili hingga Selandia Baru.

Founder Majelis Ngaji Kehidupan, Ustad Rd. Muhammad Padmanegara, Saat Pengajian Majelis Ngaji Kehidupan Berlangsung

Founder Majelis Ngaji Kehidupan, Ustad Rd. Muhammad Padmanegara, mengatakan bahwa konsep pengajian yang dibangun sejak awal memang dirancang agar ilmu agama tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan kehidupan masyarakat.

“Sudah berjalan 2 tahun, kita ingin menyuguhkan ilmu keislaman yang realated dengan kehidupan makanya kita namai majelis kita Majelis Ngaji Kehidupan, Islam yang ramah, moderat, inklusif dan berfikiran modern yang berpijak pada nilai budaya. Untuk jamaah sudah ada 500 lebih di beragam macam daerah yang terjauh dari New Zealand,” ujar Ustad Muhammad Padmanegara yang juga keturunan langsung Rd. Dalem Sholawat (dikenal juga sebagai Raden Adipati Aria Suriawinata atau Raden Haji Muhammad Sirodz).

Berbeda dengan pola pengajian yang umumnya digelar secara berkala, Majelis Ngaji Kehidupan menerapkan sistem pembelajaran yang berlangsung hampir setiap hari. Kegiatan hanya diliburkan setiap Kamis sebagai bagian dari pengaturan jadwal, sehingga proses pendalaman ilmu dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Para Jamaah Tampak Khusyuk saat Pengajian Berlangsung

Materi yang dipelajari pun tidak hanya berfokus pada satu cabang ilmu, melainkan mencakup berbagai disiplin keilmuan Islam yang menjadi fondasi utama bagi seorang Muslim. Mulai dari Fiqih, Ushulul Fiqih, Qawaidul Fiqhiyah, Tasawuf, Tauhid, Tafsir, Hadis, hingga Filsafat Islam dikaji secara sistematis sebagai bekal membangun cara pandang keislaman yang utuh.

Menurut Ustad Muhammad Padmanegara, membangun tradisi belajar merupakan salah satu ikhtiar untuk memperkuat kualitas umat. Karena itu, ia menegaskan bahwa menuntut ilmu bukan sekadar aktivitas keagamaan, melainkan kebutuhan mendasar yang tidak boleh ditinggalkan.

“Ngaji ilmu adalah kebutuhan yang tidak bisa kita tinggalkan. Ia adalah kebutuhan pokok manusia. Oleh karena itu, mari kita sama-sama mengaji ilmu dan hadir di majelis ilmu,” pungkasnya.(irpan/Ry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here