Beranda Berita Utama Penari Profesional dari Luar Kota Isi Segmen Eksklusif HJB 544, Seniman Kota...

Penari Profesional dari Luar Kota Isi Segmen Eksklusif HJB 544, Seniman Kota Bogor Kecewa: Apakah Potensi Daerah Belum Dipercaya? ‎

0

‎‎‎BHARATANEWS.ID | KOTA BOGOR – Gemerlap panggung Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang mengusung semangat “Bogor Nanjeur” justru memunculkan ironi. Di tengah upaya Pemerintah Kota Bogor mengangkat identitas budaya daerah, keputusan menghadirkan penari dari luar kota untuk mengisi segmen dramatari eksklusif memantik kekecewaan sejumlah pimpinan sanggar tari di Kota Bogor.
‎
‎Bagi para pelaku seni, persoalan ini bukan sekadar tentang siapa yang tampil di atas panggung. Yang dipersoalkan adalah pesan yang ditangkap para seniman lokal ketika panggung paling bergengsi milik Kota Bogor justru mempercayakan bagian pertunjukan yang paling prestisius kepada penari dari luar daerah, padahal Kota Bogor selama ini dikenal memiliki banyak sanggar dan penari berkualitas.
‎
‎Salah satu pimpinan sanggar tari di Kota Bogor secara terbuka mengaku kecewa terhadap keputusan tersebut. Menurutnya, sulit dipahami ketika potensi yang dimiliki daerah sendiri seolah belum menjadi pilihan utama.
‎
‎”Saya merasa kecewa kalau emang begitu, karena di Bogor penari banyak dan sanggar (berkualitas) juga banyak,” tegasnya.

Hasil tangkapan layar di Instagram dari salah satu pelaku seni di Kota Bogor

Kekecewaan itu tidak lahir tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, Kota Bogor dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki ekosistem seni tari yang aktif. Berbagai sanggar tumbuh dan berkembang, membina generasi muda, melahirkan koreografer serta penari yang tampil di berbagai ajang tingkat regional hingga nasional. Karena itu, HJB dinilai seharusnya menjadi momentum untuk menunjukkan kualitas putra-putri daerah, bukan justru menghadirkan kesan bahwa kemampuan mereka belum cukup dipercaya mengisi segmen utama.
‎
‎Nada serupa disampaikan pimpinan sanggar lainnya. Ia mengapresiasi keseluruhan penyelenggaraan helaran yang berlangsung atraktif dan dinamis. Namun, menurutnya rasa bangga masyarakat akan jauh lebih besar apabila pertunjukan dramatari yang mengangkat sejarah dan identitas Bogor didominasi oleh penari asli Kota Bogor.
‎
‎”Kegiatan helaran dr prosesi penjemputan pejabat, dramatari dan atraksi persembahan berikut helaran semua berjalan bagus atraktif dinamis bagus… Terlebih manakala di acara dramatari yg menceritakan Pajajaran dan tari persembahan khusus bgr nanjeur….tetapi memang rasa bangga kita akan lebih terasa ketika potensi daerah khususnya Bogor tampil dominan disana, memang paham sang penanggung jawab harapan memiliki beban bagaimana caranya kepercayaan dr panitia agar maximal dan suxes karena itu pertaruhan kepercayaan tp yakin potensi lokal akan mampu tampil maximal,” imbuhnya.
‎
‎Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan bukan ditujukan untuk menolak kolaborasi dengan seniman dari luar daerah. Yang dipersoalkan adalah keberpihakan terhadap potensi lokal pada momentum yang secara filosofis merupakan perayaan identitas Kota Bogor.
‎
‎Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Firdaus, membantah anggapan bahwa sanggar-sanggar lokal diabaikan. Menurutnya, seluruh sanggar di Kota Bogor tetap dilibatkan dalam rangkaian helaran dengan mendampingi masing-masing kecamatan. Sementara penari dari luar kota dipilih oleh event organizer karena dinilai merupakan penari profesional.
‎
‎”Kecewa gimna? Justru semua sanggar ikut mendampingi kecamatan2, Penari dr luar itu melalui EO D’Danz project karena mereka yg profesional,” jelas Firdaus.
‎
‎Ia juga menyatakan bahwa selama proses persiapan, pihaknya telah beberapa kali melakukan rapat bersama para sanggar sehingga menurut pengetahuannya tidak ada keberatan yang disampaikan sebelumnya.
‎
‎”Seperti g ada yg kecewa, Dan satu lagi kita rapat dengan sanggar persiapan Helaran ini bukan Cuma satu kali sdh 3 kali kita rapat,” ujarnya.

Di Tengah Tema “Bogor Nanjeur”, Helaran HJB ke 544 Turut Hadirkan Penari dari Luar Kota

Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam keresahan sebagian pelaku seni. Salah seorang pimpinan sanggar menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan pada pelibatan sanggar dalam helaran secara umum, melainkan pada keputusan mempercayakan segmen dramatari eksklusif kepada penari dari luar daerah.

‎”Bagus indah, tapi sayang kurang berasa karena pelaku penari dibagian drama tari eksklusif nya bukan putra daerah,” pungkasnya. (Irpan/Ry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here