Beranda Nasional Organisasi Pawang Kesal Dibuai Janji, Ini Penjelasan Asda II Kota Bogor.

Organisasi Pawang Kesal Dibuai Janji, Ini Penjelasan Asda II Kota Bogor.

327
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) Lawang Saketeng dan Pedati yang tergabung dalam organisasi PAWANG 1678, merasa sangat kecewa atas ingkar janjinya Pemkot Bogor yang rencananya akan diwakili oleh Asisten Daerah II (Asda) Dody Ahdiat, Kadis KUKM Samson Purba dan Perumda Pasar Pakuan Jaya serta pihak Kesbangpol Kota Bogor sebagai fasilitator.

Pertemuan yang direncanakan pada Rabu 08 Juli 2020 pukul 13:30 WIB di tempat yang sudah ditentukan di Rumah Makan Saung Ngariung jalan NV Sidik Batu Tulis, akhirnya batal.

H. Chen Chen Sukirman Ketua Pawang 1678 menyesalkan hal tersebut, dikarnakan pihak pengundang selalu berubah-rubah untuk tempat pertemuan dengan berbagai alasan yang tidak jelas.

“Dari tempat pertama yang dijanjikan tiba-tiba berubah dialihkan tempatnya ke Kantor Kelurahan Gudang, dan berubah lagi tempatnya ke Kantor Kecamatan Bogor Timur, lalu pindah lagi ke Kantor Kecamatan Bogor Tengah,” kata H. Chen Chen dengan nada kesal, Rabu (08/07/2020).

Pada kesempatan yang sama, Wawan Hendrawan selaku Sekertaris menilai pihak Pemkot Bogor telah mempermainkan Organisasi Pawang 1678. Dan, bahkan dirinya menganggap itu sudah melecehkan serta menghina organisasi paguyubannya.

“Kita dari Pawang 1678 berencana akan melakukan Somasi Pemkot Bogor,” tegas Wawan.

Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi Pawang 1678 menyesalkan atas sikap Birokrat yang mempermainkan para perwakilan PKL serta Pengurus Organisasi.

“Untuk itu kita himbau pihak Pemkot Bogor jangan permainkan orang kecil PKL dan Organisasi Pawang 1678. sudah cukup akomodatif untuk bertemu dengan utusan Pemkot dan mengikuti Protokol Covid 19, akan tetapi dari tempat dan jam yang dijanjikan sungguh mengecewakan,” tegas Iwan Kusmawan SH., yang juga Ketua LBH Jaringan Informasi Advokasi (JIA).

Ditempat terpisah, Dody Ahdiat Asisten Daearah II Kota Bogor, mengklarifikasi bahwa pihak Pemkot Bogor tidak mengingkari janji terhadap pertemuan dengan paguyuban PAWANG tersebut dengan alasan protokol Covid 19.

” Perubahan tempat semula akan dilaksanakan di warung ngariung kami pindahkan mengingat dari rekan-rekan paguyuban yang kami minta dihadiri oleh perwakilan paling banyak 5 orang bertambah menjadi 20 orang yang terakhir info dari mereka jadi 13 orang, memperhatikan jumlah orang yang akan datang jadi bertambah banyak mengingat masa pandemi covid 19 untuk mematuhi protokol kesehatan kami merubah pertemuan ke tempat yang lebih luas di Kantor Camat bogor tengah”.terang Dody melalui pesan elektronik. (Ry)