Beranda Berita Utama Sahabat Hujan Official, Pasca Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

Sahabat Hujan Official, Pasca Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Lebak

717
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|BOGOR – Banjir bandang merupakan bencana yang sangat mengerikan, meratakan bangunan dengan air bercampur tanah, dan menghanyutkan perabotan rumah tangga, serta melumpuhkan aktivitas keseharian masyarakat, hingga menimbulkan korban jiwa dan meninggalkan trauma.

Melansir dari Media Bharata News yang terbit pada 2 Januari 2020, bahwa rumah yang hanyut 80 unit, Rumah Rusak Berat 604, Rumah Rusak Ringan 1.431, Jembatan Rusak 18 Unit, Mushola 15 Unit, Hewan ternak yang hilang, 3.841 Ekor, Mobil yang rusak 8 Unit, sepeda motor yang rusak 55 unit, serta masih dinyatakan hilang sebanyak 8 orang warga, terdiri dari 2 orang hanyut terbawa arus, dan 6 orang di duga tertimbun tanah longsor.

Setelah bencana banjir bandang menerjang perkampungan di enam kecamatan, yakni Lebak Gedong, Cipanas, Curug Bitung, Maja, Sajira, dan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pemkab Lebak termasuk TNI dan POLRI terjun mengerahkan segala upaya membantu masyarakat yang terdampak. Disamping itu, tidak sedikit organisasi atau komunitas yang turut andil dalam menyokong dalam bentuk bantuan logistik maupun terlibat secara aktif sebagai relawan.

Dalam hal ini seperti Komunitas Sahabat Hujan yang bermarkas di Bogor, Komunitas tersebut tetap konsisten dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang Lebak Banten.

Komunitas Sahabat Hujan pun merangkul komunitas lain di Bogor seperti komunitas Pendaki Bogor dan komunitas petualangan wayang.

“Kondisi pasca bencana lebak banten terbilang masih memperhatinkan sampai saat ini, sebab dibeberapa titik lokasi bencana itu masih sulit menyalurkan bantuan karena susah akses dan yang mirisnya lagi dilapangan pembagian bantuan belum merata” kata pemuda yang akrab di panggil Akang Bajong, relawan Sahabat Hujan.

Masih menurut Akang Bajong menuturkan, Saya sama temen-temen trus berupaya membantu semaksimal mungkin, tapi kita juga harus tetap hati-hati supaya korban-korban enggak ketergantungan dengan bantuan. Diharapkan para korban juga harus bisa mandiri lagi buat kedepannya. Sekarang ini paling dibutuhkan saat ini diadakannya “Rumah Eling”. Dimana didalamnya banyaknya konselor psikologi guna mengobati traumatik masyarakat.

Dilansir dari akun media sosial “Sahabat Hujan Official”, Setelah menghimpun donasi dengan tema “Seragam Untuk Sajira” terhitung sejak tanggal 14 s/d 19 Januari 2020. Bahwa Sahabat Hujan Official telah melaksanakan pendistribusian bantuan untuk adik – adik pelajar sekolah dasar yang terdampak bencana banjir bandang di Kecamatan Sajira.

Bantuan berupa paket seragam sekolah diantaranya sepatu dan tas sekolah serta perlengkapan belajar lainnya. Sahabat Hujan Official telah melakukan pendistribusian kepada 56 pelajar tingkat SD yang tersebar di 3 Sekolah Dasar, Yaitu pelajar di SDN 1 Sukarame, SDN 02 Sukajaya, Dan SDN 01 Sajira, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak Banten.

Selain mendistribusikan paket bantuan, Sahabat Hujan Official juga melaksanakan kegiatan Trauma Healing terhadap lebih dari 100 orang pelajar SDN 01 Sukarame, serta Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis untuk warga yang tinggal di sekitar lokasi.

“Waktu bencana kemarin tidak ada pemberitahuan peringatan banjir dari Pemerintah. Kami tidak menyalahkan pemerintah, tapi kami punya harapan kepada pemerintah agar terlebih dahulu ada pemberitahuan sebelum terjadi bencana. Jadi kami bisa siap siaga. Dan harapan kami diadakan lahan penampungan sampah di Sajira” ungkap Kang Aje warga setempat.

Lanjut Kang Aje, sekitar 4 hari lalu lah ada isu yang beredar bakalan ada banjir susulan, kita mah udah buntelin (dibaca: membungkus) pakaian segala, gak tahunya berita bohong (Hoax) melalui video dari WA (Whatsapp).

“Ya Alhamdulillah bantuan datang dari mana-mana, listrik sudah tidak padam sejak tanggal 7 kemarin, jembatan penghubung antar kampung yang putus, dan bikin aktivitas warga terganggu. Tapi kita bersyukur dipinjemin perahu karet sama lembaga kemanusiaan dompet dhuafa” tambah Kang Aje.

Sementara masyarakat banyak yang meyakini, bahwa banjir bandang salah satu akibat pembuatan waduk dan penambangan emas tidak resmi di Lebak Banten. Disisi lain ada beberapa warga tidak menyadari membuang sampai ke sungai, bahwa mereka ikut ambil andil juga atas bencana tersebut.

Sedangkan menurut keterangan salah satu tokoh masyarakat Bapak Haji Mahdi yang bermukim di kampung susukan Kecamatan Sajira, warga di relokasi akan tetapi diminta membayar kapling seharga 37 juta rupiah oleh pemerintah daerah. (Damar)