Beranda Berita Utama Atlet Panahan Putu Eka Agustini Asal Anturan Lolos Secaba Kowal TNI-AL

Atlet Panahan Putu Eka Agustini Asal Anturan Lolos Secaba Kowal TNI-AL

3289
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|BULELENG _ Sungguh tak terduga sebuah prestasi yang ditekuni sejak SMP hingga lepas SMA. Dirinya tanpa asuhan sang ayah berhasil dengan terang gemilang, dengan skiel menjadi Atlet Panahan Putu Eka Agustini. Dia adalah satu-satunya wanita asal Desa Anturan, Buleleng yang lolos Bintara Kowal TNI-AL.

Putu Eka Agustini (19) yang lahir 21 Agustus 2000. Anak buruh asal Dusun Pasar Desa Anturan, yang dilahirkan oleh pasutri dari Komang Darmini dengan Gede Astrawan. Sejak usianya menginjak di pendidikan SD Negeri 1 Anturan, Eka terbilang anak tidak malas belajar, terbukti dalam nilai rata-rata di SD mencapai 8,3.

Di tingkat SMP dengan mengenyam pendidikan di SMP 3 Banjar nilai rata-rata sangat standar dengan jumlah 79,2,. Kemudian menginjak SMA yang awalnya bersekolah di STM Singaraja, selanjutnya dirinya memiliki niat berpindah ke SMA TI Mangwitani ,Badung dengan nilai rata-rata 84.

Duduk di bangku SMP N 3 Banjar/Buleleng 2010/2011/2012, Eka Agustini dilatih menjadi Atlet Panahan oleh guru sekolahnya bernama Made Jayadi, prestasi tersebut kemudian ditingkatkan. Atas arahan pihak sekolah SMP N 3 Banjar, Eka Agustini mengikuti kejuaraan memanah tingkat kabupaten Buleleng.

Sayang ditahun 2012, penyemangat hidupnya harus berpulang, yaitu ayah kandungnya Gede Astrawan akibat sakit yang dideritanya. Sang ayah yang seorang pekerja bengkel sepeda motor terbilang sangat mahir. Eka Agustini shock ketika itu dan terpikirkan, prestasi tersebut hampir tertunda.

Kemudian tamat SMP Ia memilih bersekolah ke STM Singaraja, selang enam bulan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan, Putu Eka Agustini memilih pindah bersekolah ke SMA TI Mangwitani / Badung. Pasalnya jika bersekolah di Denpasar, menurutnya untuk bisa berlatih (Karantina) lebih mudah dibandingkan bersekolah di Singaraja berlatih ke Denpasar.

Sebagai Atlet Panahan lepasan anak SMP 3 Banjar, Buleleng yang dididik oleh guru sekolahnya bernama I Made Jayadi. Putu Eka kemudian diasuh dan di gembleng oleh Pelatih yang sorang Dosen IKIP PGRI Denpasar bidang olah raga bernama Kadek Dian Panagosi, asal Desa Temukus yang juga anak kandung dari Made Jayadi tinggal di Denpasar.

Prestasi itu semakin bersinar terang, Eka diasuh dan di Karantina akhirnya tidak sia-sia. Wanita tersebut mengikuti Porprov tahun 2015 di Desa Kubutambahan Buleleng, dengan meraih medali Perak dan Emas beregu.

Kegigihanya menjadi Atlet Panahan atas bingbingan pelatih Kadek Dian Panagosi menjadikannya masuk di PON 2016 dan bertarung, kendati gagal dalam pertarungan tersebut. Eka di tahun 2017 sambil mengenyam pendidikan SMA, kembali mengikuti Porprov di Gianyar, Bali. Dan berhasil mengalahkan lawannya dengan meraih medali Emas dan Perak perseorangan serta perebutan Perak beregu.

Kemudian 2018 lulus dari SMA TI Mangwitani dengan cita cita yang terpendam sejak kecil ingin menjadi angkatan Polwan-Polri (Polisi Wanita). Namun setelah mengikuti berbagai test, perempuan berpostur tumbuh tinggi dan tanpa asuhan orang tua dari bapak akhirnya tidak lolos menjadi Polwan Polri.

Atas dasar Jengah, Putu Eka Agustini melamar untuk menjadi Kowal TNI-AL, melalui Secaba Umum yang dibuka di Lantamal Benoa /Bali. Kemudian Putu Eka mengikuti berbagai test dan bermodal Jengah serta prestasi yang dimilikinya. Dan akhirnya diterima menjadi TNI-AL tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Dikonfirmasi awak media Rabu (1/1/2020) Putu Eka Agustini dengan kepolosanya memaparkan melalui saluran telephone,

“Dari kecil punya cita-cita ingin jadi angkatan fokusnya di angkatan darat, awalnya lulus SMA melamar di Bintara Polwan-Polri, namun kemarin mengikuti test tidak lolos. Kemudian melamar Secaba Umum Kowal TNI-AL setelah ikuti berbagai test yang didompleng dengan prestasi dan diterima masuk pendidikan Secaba TNI-AL,”ujar Serda Kowal TNI-AL Putu Eka Agustini.

Sebagai anak didik yang mengawali karir dari SMP Negeri 3 Banjar, Serda Putu Eka Agustini yang kini menjadi bagian dari kesatuan TNI-AL berpesan dan berterima kasih kepada para Guru SMP Negeri 3 Banjar Buleleng.

“Kami berterima kasih kepada para guru di SMP N 3 Banjar yang telah berhasil mendidik dan memberi arahan kepada kami dari ketidak mampuan sehingga bisa berdiri dan mengabdi kepada negara republik Indonesia melalui kesatuan TN-AL, prestasi yang kami pegang ini akan kami jaga dengan sebaik-baiknya. Semoga SMP N 3 Banjar menjadi contoh sekolah yang mampu mendidik para siswa siwinya menjadi anak bangsa yang berpedoman pada NKRI,” papar Serda Eka.

Serda Eka Agustini yang kini bertugas di Koarmada II Puslat Kapal Perang Surabaya (Jawa Timur). Dan jauh dari orang tua kandung dan adik-adinya serta desa kelahiranya Anturan. Bahkan satu-satunya wanita yang menjadi Tentara, sejak kecil merupakan anak yang polos pendiam kehidupannya.

Sejak menginjak dewasa tanpa asuhan sang ayah, namun tidak terlepas bimbingan dari ibu kandung. Dirinya sebagai anak pertama dinilai perempuan yang betul-betul berani mengambil tekad menjadi Tentara Nasional Indonesia dengan pendidikan yang exstrim.

Serda Kowal TNI-AL Eka Agustini kembali memaparkan selama menjadi bagian TNI-AL Prestasi gemilang itu tetap di raihnya terbukti pada pra-PON 2019 dalam Kejurnas di Lembang Bandung meraih medali 2 Perak.(gs)