Beranda Berita Utama Stakeholder di Majalengka Gelar Deklarasi Tolak People Power

Stakeholder di Majalengka Gelar Deklarasi Tolak People Power

157
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|MAJALENGKA – Jelang pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 mendatang.

Sejumlah pemuka agama, tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Majalengka, dengan tegas menolak people power yang diserukan sejumlah pihak untuk menentang hasil Pemilu.

Penegasan itu dilakukan dengan mendeklarasikan penolakan people power, di salah satu Aula rumah makan, di Jalan Raya KH. Abdul Halim Majalengka, Senin (20/5/2019).

Deklarasi tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Majalengka, KH. Anwar Sulaeman didampingi Ketua FKUB Kabupaten Majalengka, KH. Asep Sahidin serta diikuti oleh para pimpinan pondok pesantren, ulama, habaib dan cendiakawan muslim se-Kabupaten Majalengka.

Ketua MUI Kabupaten Majalengka, KH. Anwar Sulaeman mengatakan, saat ini bangsa Indonesia baru saja melaksanakan hajat besar Nasional yaitu Pemilu 2019. Yang mana banyak riak-riak yang ingin membuat situasi yang kurang kondusif.

Dikatakannya, selaku tokoh agama harus bisa menangkal berita hoaks atau isu provokatif yang muaranya ingin mengganggu stabilitas keamanan, Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

“Oleh karena itu, mari kita menguatkan kembali ukhuwah, persatuan dan kesatuan dengan mengedepankan uswatun hasanah atau keteladanan yang baik semua pihak dan semua stakeholder, terutama para elit,” ungakapnya.

Menurutnya, sebagai mana diketahui bersama, bahwa dalam kehidupan berdemokrasi perbedaan pilihan adalah suatu keniscanyaan dan merupakan hal yang biasa.

“Oleh karena itu, bahwa setelah pemilu selesai dilaksanakan, seyognya kita kembali menghimpun energi bersama untuk membangun Bangsa dan Negara,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak segenap masyarakat Kabupaten Majalengka khususnya, untuk bersama-sama mewujudkan visi Kabupaten Majalengka Religius, Adil, Harmonis dan Sejahtera (Raharja) serta sebagai warga Jawa Barat mari membangun menuju Jabar juara lahir batin.

“Kami berpesan kepada seluruh warga masyarakat, apa pun hasil keputusan yang di umumkan oleh KPU RI nanti, siapa pun yang menjadi presiden/wakil presiden, itu adalah pilihan rakyat dan patut kita dukung untuk Indonesia damai dan demi kemaslahatan umat,” paparnya.

Sependapat dengan Ketua MUI, Ketua FKUB Kabupaten Majalengka, Asep Sahidin mengatakan, menolak provokasi dengan people power paska pengumuman yang dilakukan oleh KPU terkait Pilpres dan Pileg.

“Hari ini, kita melakukan doa bersama sekaligus menghimbau masyarakat agar tidak mudah terprovaksi menjelang pengumuman Pilpres dan Pileg dari KPU pusat, sehingga dikhawatirkan menimbulkan gesekan sosial di masyarakat,” bebernya.

Sejumlah pimpinan pesantren yang hadir dalam kegiatan tersebut juga mengharapkan masyarakat di Kabupaten Majalengka untuk dapat menjaga persatuan dan tidak terpancing berita yang belum tentu kebenaranya.

“Kami mendukung untuk mencegah provokasi yang mengajak untuk melakukan People Power, karena bagi kami NKRI adalah harga mati,” tegasnya. (Nano)