Beranda Berita Utama TNI-Polri Dan Ulama Di Majalengka Sepakat, Wujudkan Pesta Demokrasi Penuh Kegembiraan

TNI-Polri Dan Ulama Di Majalengka Sepakat, Wujudkan Pesta Demokrasi Penuh Kegembiraan

202
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|MAJALENGKA – Pelaksanaan Pemilu serentak 2019 tinggal menghitung hari, beberapa upaya untuk mensukseskan pesta demokrasi 5 tahunan tersebut terus dilakukan oleh segenap bangsa Indonesia, seperti yang terlihat pada Selasa (9/4/2019) di salah satu lokasi meeting room di Kabupaten Majalengka. Jajaran Polres Majalengka, Kodim 0617/Majalengka bersama Kementerian Agama (Kemenag) ,Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan
Focus Group Discussion (FGD).

Dalam kegiatan FGD tersebut, Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono berharap dapat menyamakan persepsi untuk mendukung suksesnya Pemilu serentak 2019.

Menurutnya, dalam menjaga kondusifitas keamanan, ketentraman, ketertiban umum menjelang pemilu nanti, maka pihaknya memandang penting untuk menyelenggarakan forum diskusi seperti ini.

“Jangan saling mencurigai satu sama lain, kita semua bersaudara. Hindari konflik demi keamanan dan kenyamanan kita bersama,” ungkapnya.

Diakuinya, sinergi antara semua pihak sangat penting. Hal itu, untuk menyampaikan pesan damai kepada masyarakat untuk menciptakan harmoni kebangsaan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ditempat yang sama, Komandan Kodim 0617/ Majalengka Letkol Arm Novi Herdiana meminta masyarakat tak khawatir dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April 2019 nanti. Ia menegaskan, situasi di hampir seluruh daerah aman.

“TNI dan Polri menjamin keamanan masyarakat dari rumah sampai tempat pemungutan suara (TPS), hingga kembali ke rumah masing-masing,” tegasnya.

Sementara menurut
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, H Yayat Hidayat, pemilihan kekuasaan baik Pilpres maupun Pileg, selalu menghadirkan konsekwensi perbedaan pilihan. Artinya, perbedaan pilihan tak bisa dihindarkan dari adanya sebuah kontestasi politik.

Namun hal itu jangan sampai menimbulkan perpecahan satu sama lain dan bahkan menimbulkan disintegrasi bangsa.

Dikatakannya, pesta demokrasi harus menghadirkan kegembiraan, karena akan memilih putra putra terbaik bangsa. Oleh karena itu, pesta demokrasi jangan dikotori oleh hal-hal yang dapat merusak kegembiraan tersebut.

“Kami sarankan agar seluruh komponen bangsa membangun hubungan persaudaraan atau silaturahmi, silatul fikri dan silatul qolbi,” paparnya.

Untuk mewujudkan pesta demokrasi yang penuh kegembiraan, orang nomor satu di Kemenag Majalengka tersebut menyarankan agar seluruh komponen bangsa membangun hubungan persaudaraan atau silaturahmi, silatul fikri dan silatul qolbi. (Nano)