Beranda Berita Utama Misteri Situs Gunung Padang: Punden Berundak Terbesar di Asia Tenggara

Misteri Situs Gunung Padang: Punden Berundak Terbesar di Asia Tenggara

0

BHARATANEWS.ID | CIANJUR โ€“ Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat yang berusia antara 10.000 hingga 25.000 tahun Sebelum Masehi. Situs ini terletak di perbatasan Dusun Gunung padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Lokasi situs dapat dicapai sekitar 20 kilometer dari persimpangan Warung kondang, di jalur antara Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks utamanya sekitar 900 mยฒ dan terletak pada ketinggian 885 meter di atas permukaan laut.

Dengan areal mencapai sekitar 3 hektare, Gunung Padang tercatat sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Situs ini berada di bawah naungan Museum Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Biaya Terjangkau dan Nilai Sakral

Terpantau memikat kunjungan wisatawan asing mancanegara

Biaya kunjungan ke situs ini terbilang terjangkau, yakni Rp5.000 di gerbang pertama, Rp5.000 di gerbang masuk, dan Rp5.000 untuk parkir, sehingga totalnya Rp15.000 (data kunjungan Rabu, 21 Mei 2025).

Menurut Nanang, salah satu pengurus situs, Gunung Padang sudah ada sejak sebelum tahun Masehi dan dulunya merupakan tempat ibadah para leluhur di Jawa Barat.

“Jadi ini adanya sebelum tahun masehi, tapi kalau sebelum pyramid itu masih belum memastikan, namun dilihat dari strukturnya saya meyakini, jadi ini dulunya diperuntukan untuk tempat ibadah dan merupakan tempat sakral, tempat ibadahnya para leluhur, jadi dulumah konsepnya ibadahnya diketinggian biar dekat sama langit,” imbuhnya.

Struktur Bangunan Tersembunyi

Arkeolog Ali Akbar mengungkapkan bahwa riset dan pemugaran masih terus berlangsung dan berpotensi mengungkap misteri besar di balik situs ini. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pada kedalaman 10 meter masih terdapat struktur bangunan.

“Dalam riset sebelumnya ditemukan jika pada kedalaman 10 meter masih ada struktur bangunan. Jadi secara horizontal dan vertikal masih ada struktur bangunan. Dari total area yang jadi cagar budaya seluas 29,1 hektar yang sudah dipugar baru 3 hektar atau 10 persennya,” terangnya.

“Kemungkinan yang tampak sekarang itu hanya sebagian kecil juga dari struktur besar sebenarnya. Makanya selain menunjukan kemegahan Situs Megalitikum ini juga akan mengungkap berbagai misteri lain dari Gunung Padang,” tambahnya.

Kementerian Kebudayaan Turun Tangan

Upaya pemugaran situs ini turut didukung oleh Kementerian Kebudayaan. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa langkah pemugaran akan dilakukan berdasarkan hasil kajian para ahli, serta berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Penelitian bisa dilanjutkan dengan bekerja sama dengan BRIN. Untuk pemugaran dari situs itu adalah domain Kementerian Kebudayaan. Kita akan coba pemugaran, tapi yang didasarkan pada kaidah dari kajian-kajian yang ada,” kata Fadli Zon (29/04/2025).

“Namanya dipugar ya seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan itu dipugar, dicoba untuk dikembalikan seperti aslinya. Tapi karena kita tidak punya blueprint-nya, mungkin tidak bisa 100 persen seperti itu,” jelasnya.

Penulis: Irpan Alkeysar

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here