Beranda Berita Warga Wanasalam Keluhkan Pemerintah Bangun Jembatan Tanpa Jalan Alternatif

Warga Wanasalam Keluhkan Pemerintah Bangun Jembatan Tanpa Jalan Alternatif

611
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|LEBAK – Warga Wanasalam mengeluhkan pembangunan jembatan Cidadap, pasalnya jembatan yang menghubungkan akses ke beberapa desa di Kecamatan Wanasalam tersebut tidak dibuatkan jalan alternatif, Sehingga warga harus pilih akses lain dengan menempuh puluhan kilometer.

Dimana warga sangat membutuhkan akses jembatan tersebut, dan warga sempat membuatkan jalan, dan jembatan alternatif dengan swadaya. Namun ketika musim penghujan, jembatan itupun sulit dilewati karena kebanjiran dari air sungai yang meluap.

Opik, Ketua KKPMP Marcab Wanasalam mengkritisi Pembangunan jembatan Cidadap oleh pihak terkait yang tidak menyediakan jembatan alternatif, sehingga menyebabkan warga dan pelaku usaha merasa terganggu.

“Seharusnya sebelum jembatan dirubuhkan dan dibangun, oleh pemerintah dibuatkan dulu jembatan alternatif nya. Sehingga warga dan pelaku usaha kecil seperti pedagang sayur, lauk pauk yang mau melintas jadi terganggu. Kami minta agar jembatan alternatif ini diperbaiki dan pembantu jembatan agar segera diselesaikan oleh kontraktor,” tukasnya, Sabtu (31/10/20).

Sementara itu, H. Agus Supriatna, salah satu tokoh masyarakat setempat, mengatakan dirinya sudah menegur pihak kontraktor agar membangun jembatan alternatif.

“Kontraktornya tidak bikin jembatan sementara, tadi saya sudah ngebel ke Kadis PU, meminta tegur kontraktor. Supaya bikin jembatan sementara, yang sesuai dengan kebutuhan pengguna jalan. Karena biasanya kalau bangunan jembatan biasanya ada anggaran untuk pembuatan jembatan alternatif,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Maman SP, ketika dikonfirmasi menuturkan tidak ada anggaran untuk pembuatan jembatan alternatif. Namun meskipun demikian, pihaknya telah membantu ketika swadaya Pembangunan jembatan alternatif.

“Anggaran untuk pembuatan jembatan alternatif sementara tidak ada, tapi hasil musyawarah masyarakat pada saat itu dengan Pak Musa dewan. Dimana ada kesepakatan pembuatan jembatan sementara dengan kayu kelapa, kita bantu untuk pembelian kayu kelapanya melalui Pak Dewan, yang walaupun tidak maksimal,” jelasnya.

Pantauan Reporter Bharata News, jembatan alternatif sementara ini sulit dilalui warga, dimana akibat meluapnya aliran sungai karena musim penghujan, meskipun demikian masih banyak yang nekat melaluinya. (Cex)