BHARATANEWS.ID | BOGOR โKomitmen Pemerintah Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, dalam membangun desa berbasis swadaya masyarakat mulai membuahkan hasil. Melalui realisasi Program Kampung Dayeuh Padjajaran, desa ini tidak hanya menata lingkungan menjadi lebih rapi dan bersih, tetapi juga berhasil menggerakkan perekonomian warga lokal, Rabu (21/10/2026).
Program unggulan Pemerintah Kabupaten Bogor ini memang dirancang untuk mengintegrasikan tiga aspek sekaligus di tingkat Rukun Warga (RW), yakni penataan lingkungan, perbaikan infrastruktur jalan, dan pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Sekretaris Desa Cikeas, Dodi Abdul Kadir, mengatakan program tersebut mendapat respon positif dari masyarakat karena dampaknya langsung dirasakan. Melalui gerakan gotong royong, kawasan permukiman kini terlihat lebih tertata, bersih dan asri.

“Untuk Dayeuh Padjajaran sih selama ini bagus juga, terkait masalah penanganan sampahnya juga ada, menata wilayah kian lebih rapi lah gitu kan. Jadi menurut saya sih bagus program ini,” ungkap Dodi.
Yang menarik, pelaksanaan program ini tidak menggunakan sistem padat modal dari luar. Pemdes Cikeas sengaja memberdayakan warga sekitar sebagai pemasok material. Seperti pengadaan bambu untuk penataan wilayah yang dibeli langsung dari warga di RW 5, Kampung Sukaraja, mulai RT 2 hingga RT 5.
“Kalau kita belinya dari perorangan warga sekitar, jadi warga-warga juga, nah itu pemberdayaan masyarakat juga. Jadi ada penghasilan buat masyarakat sinilah,” jelasnya.
Dodi merinci, total anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai sekitar Rp300 juta. Anggaran tersebut dibagi untuk pembangunan infrastruktur jalan lingkungan dan penanganan sampah.
Khusus untuk sektor penanganan sampah, dialokasikan anggaran sekitar Rp100 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan bank sampah dan pengadaan tiga unit motor roda tiga sebagai armada pengangkut sampah.
“Rp300 juta itu, pertamanya Dayeuh, yang keduanya untuk penanganan sampah. Penanganan sampah tuh 100 juta kalau nggak salah. Di situ ada dibuatkan bank sampah nantinya, dibelikan juga motor roda tiga untuk pengangkutan sampahnya. Cuman untuk yang penanganan sampahnya sekarang masih pelatihan, belum ada pelaksanaan. Untuk dayeuhnya kita sedang pengerjaan,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah desa dan partisipasi aktif warga, Program Dayeuh Padjajaran diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan setiap tahunnya. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, program ini juga menjadi jawaban atas persoalan sampah yang kini telah menjadi isu nasional.






