Beranda Berita Viralnya Video Mencekam Diduga Pelaku Penyerangan Rumah Dewan Pembina Media Pena journalis

Viralnya Video Mencekam Diduga Pelaku Penyerangan Rumah Dewan Pembina Media Pena journalis

333
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID | GARUT – Akhir-akhir ini viralnya video ancaman terhadap Dewan Pembina Media Penajournalis Cecep Sopandi alias Kukuh, yang kini merabak luas beredar diberbagai media sosial, diduga awal dari buntut pengerusakan rumah dan kecaman maut.

Terlihat dari cuplikan video tersebut dengan jelas mereka  mengacungkan dan memampangkan berbagai senjata baik tajam dan tumpul  serta diduga salah satunya membawa senjata api atau sejenisnya.

Tak hanya itu, video yang berdurasi 24 detik itu terdengar menyebut-nyebut nama panggilan dewan pembina media Penajournalis dengan berbagai bahasa yang kasar nan mencekam dengan menggunakan dialeg bahasa daerah (Sunda) yang sangat kental.

Mengamati dari detik penyerangan dan pengerusakan rumah Cecep Sopandi (Kukuh). Dimana dirinya adalah seorang tokoh masyarakat yang berjiwa sosial tinggi, meski faktanya pro-kontra berbagai macam penilaian di masyarakat luas.

Kini sebagaian masyarakat hanya bisa berempati terhadap dewan pembina media tersebut dengan berdoa agar keselamatan jiwa dari Cecep selamat.

Pasalnya, kejadian tersebut diduga berawal dari oknum yang memprovokatif, terlihat dan terdengar dalam rekaman video tersebut diantara kawanan itu terdapat beberapa orang yang dikenali sebagai rekan oleh Cecep sebut saja berinisial UD, IW, dan MI

Saat dikonfirmasi, Tina Suhartina, istri Cecep (Kukuh) mengatakan, ” Suami saya orangnya tidak memiliki masalah dengan terduga pelaku IW tersebut, itu saya dengar sendiri dari suami saya dan dari sahabat serta rekan kerja suami saya “.katanya

Tina menambahkan, ketika dirinya melaporankan kejadian tersebut di Polres Garut, dia mendapatkan informasi bahwa diduga mereka (diduga pelaku) kembali turun ke jalan, dan menyusuri wilayah dimana rumahnya berada, dan hingga berita ini ditayangkan, Tina mempertanyakan perihal pelaku belum diamankan oleh penegak hukum.

” kenapa kok sampai saat ini tidak terdengar ada yang ditangkap? , Saya bersama rekan kerja Suami saya , Pimprus Penajournalis merasa khawatir akan keselamatan jiwa kami ketika pulang dari Polres Garut setelah membikin pelaporan “, tambah Tina.

Hingga harapnya, ” Saya minta keadilan, keadilan yang seadil-adilnya, kami tidak mendapatkan pengawalan apapun dari Polisi sepulang kami dari Polres Garut, meski kami khawatir akan keselamatan jiwa kami “, pungkas Tina.

Ditempat terpisah, Asep NS (rekan kerja Cecep Sopandi) menjelaskan saat dirinya menghubungi Polsek Kadungora dan Polsek Leles guna melaporkan kejadian, selang beberapa saat ia mendapatkan informasi via Whatsapp dari Kapolsek Leles bahwa para pelaku masih berkeliaran kembali.

Ditambahkan oleh Asep NS, ” Selain ibu Tina, ada juga warga Kp.Hujung RT 01/RW 06 ds Cipancar Kec.Leles kab.Garut yang ikut bersama kami. Dan disatukan pelaporan nya atas penyerangan dan pengrusakan yang dilakukan oleh para pelaku secara membabi buta yang mencari IN yang dugaan sementara mungkin menurut pelaku adalah kerabat dari Dewan Pembina kami, Saya pun berkoordinasi dengan ketua RW Perum Pepabri Batulawang dimana letak TKP rumah yang dirusak agar mengantisipasi setelah mendapat informasi para pelaku berkeliaran kembali “.tambahnya

Lebih lanjut, Asep Ns menegaskan media penajournalis adalah mitra dengan pihak Institusi dan Instansi serta berbagai elemen bangsa, dirinya berharap kepada pihak Aparatur yang berwenang untuk segera mengusut tuntas para pelaku, yang ia rasa dengan beredarnya kontent Video Dugaan para pelaku tersebut jelas mengarah ke Dewan Pembinanya.

” Dengan Viralnya kontent Video tersebut, sudah jelas melanggar UU Darurat tentang Sajam(Senjata Tajam dan sejenisnya), UU ITE yang dengan sengaja membuat Kontent Video berunsur pengancaman dan mengganggu kenyamanan serta keselamatan jiwa seseorang “.tegasnya

” Bahkan para petinggi media kami sudah saling berkoordinasi dengan berbagai pihak terutama para pejabat tinggi Institusi POLRI, guna mengusut tuntas kejadian ini “. pungkas Asep NS. (*/Fito/Ry)