Beranda Berita Kementerian PUPR Gelar Rapat Optimalisasi Pemanfaatan Infrastruktur Permukiman Yang Berkelanjutan

Kementerian PUPR Gelar Rapat Optimalisasi Pemanfaatan Infrastruktur Permukiman Yang Berkelanjutan

128
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|LEBAK – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengikuti rapat dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Infrastruktur Permukiman yang Berkelanjutan”. Dimana Rapat yang digelar oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya terkait rancangan proyek perubahan.

Rapat yang juga diikuti oleh Walikota Tangerang, Walikota Tangerang Selatan, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Banten, dan beberapa Tim Efektif Rancangan Proyek Perubahan ini digelar secara daring melalui video conference. Bertempat di Kediaman Bupati Lebak, Rabu (3/05/2020).

Sekretaris Dirjen Cipta Karya Ir. T. Iskandar. MT menjelaskan arah kebijakan utama pembangunan infrastruktur permukiman berdasarkan visium PUPR, di fokuskan untuk pemenuhan akses terhadap air minum, dan sanitasi serta mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh dalam entitas kawasan permukiman.

Beliau melanjutkan, skenario proyek perubahan terkait penerapan geographic information system (GIS) pada sistem data Barang Milik Negara Ditjen Cipta Karya, yaitu dengan memperkuat fungsi Balai PPW.

Dalam hal ini untuk menyiapkan database spasial yang mengakomodasi informasi tentang pemanfaatan infrastruktur terbangun yang akan diupdate secara periodik, sebagai bagian dari fungsi pembinaan (pengawasan) Pemerintah Pusat melalui Balai PPW Provinsi.

“Salah satu terobosan yang akan dilakukan adalah pemanfaatan GIS untuk menyediakan database terkait aset terbangun secara spasial,” Ungkap Iskandar.

Sementara itu, dalam rapat Bupati Lebak mengusulkan 2 hal untuk menjadi catatan penyempurnaan proyek perubahan, yaitu Rain Harvesting (Pemanenan Air Hujan) dan Desalinasi (pemanfaatan air laut sebagai air minum).

“Kami sampaikan hal ini karena Kabupaten Lebak pada bagian selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga Kabupaten Lebak memiliki potensi air laut yang melimpah, dan potensi ini sangat mungkin untuk dimanfaatkan salah satunya sebagai sumber air minum melalui metode desalinasi,” Ucap Bupati.

Bupati juga berharap semoga aset yang dibangun oleh Ditjen Keciptakaryaan ini dapat bermanfaat secara berkesinambungan bagi masyarakat Indonesia, ia mengatakan dengan kebersamaan pembangunan bisa dilaksanakan dan Indonesia akan lebih baik. (Sandi)