Beranda Berita Utama Bupati Lebak Meresmikan Jembatan Gantung di Desa Ciladaeun

Bupati Lebak Meresmikan Jembatan Gantung di Desa Ciladaeun

169
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|LEBAK _ Akibat musibah banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Lebak pada awal tahun 2020, mengakibatkan puluhan jembatan yang menjadi akses warga rusak dan hanyut. Sehingga dibangunnya jembatan gantung ini sangat membantu untuk memulihkan kembali aktivitas mereka.

Setelah melalui proses yang panjang, jembatan perintis harapan penyintas banjir telah terbangun kokoh. Jembatan sepanjang kurang dari 100 meter ini telah membuka kembali harapan warga yang sebelumnya terisolir.

Jembatan gantung yang berada di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak ini telah diresmikan. Dan dihadiri oleh beberapa pihak, diantaranya Bupati Lebak, Perwakilan Kemenag Lebak, Kapolres Lebak, Direktur Utama LAZ Harfa, Perwakilan Baitul Maal Muamalat (BMM), Camat Lebak Gedong, Kepala Desa Ciladaeun, Tokoh Masyarakat setempat, dan lain-lain.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menjelaskan, bahwa terwujudnya jembatan harapan ini adalah bukti bahwa banyak orang-orang yang masih peduli terhadap masyarakat Lebak yang tertimpa musibah.

“Akibat musibah ini kurang lebih ada 27 jembatan yang rusak dan hanyut di Lebak ini. Adanya gerakan-gerakan sosial dari Lembaga-lembaga sosial seperti ini sangat membantu masyarakat. Kami Pemerintah Kabupaten Lebak sangat berterimakasih kepada LAZ Harfa, BMM, dan juga Vertical Rescue Indonesia yang telah mewujudkan harapan kami, untuk mendampingi masyarakat agar bangkit,” ucapnya.

Sementara itu, Galih Pujonegoro Perwakilan BMM menjelaskan, bahwa adanya jembatan ini dapat membantu mempererat silahturahmi masyarakat, memudahkan akses pendidikan dan ekonomi.

“Kami sangat terpukul dengan adanya musibah di sini. Kultur gotong royong di desa ini sangat kental sekali, masyarakatnya luar biasa. Sehingga, kami tidak ragu untuk membantu masyarakat di sini bersama LAZ Harfa karena kami juga sudah mendampingi selama 2 tahun,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Ciladaeun Yayat Dimyati mengatakan, Pembangunan jembatan ini memakan waktu kurang lebih 1 minggu. Selama itu masyarakat bersama para relawan bahu membahu bergotong royong dari pagi hingga malam hari.

“Jembatan ini sangat vital untuk warga di sini, karena, jembatan yang hanyut adalah jembatan utama. LAZ Harfa sangat sigap sekali, dan langsung membangun hingga terwujudlah jembatan ini. Terimakasih juga BMM dan tim VRI,” ucap Yayat. (sandi)