Beranda Berita Utama PUPR Segera Bangun Jembatan Muhara

PUPR Segera Bangun Jembatan Muhara

496
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|LEBAK- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten akan segera membangun jembatan Muhara di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, yang terputus karena banjir bandang Sungai Ciberang. Putusnya jembatan Muhara mengakibatkan terputusnya akses jalan Cipanas menuju tempat obyek wisata Gunung Luhur, Kecamatan Cibeber.

“Jembatan yang akan dibangun berupa jembatan darurat terbuat dari rangka baja atau bailey. Panjang bentangannya sekitar 100 meter,”¬†kata Pelaksana Teknis jalan Cipanas-Warung Banten pada Unit Pelayanan Teknis Daerah Pengelolaan Jalan dan Jembatan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten Wilayah Lebak, Kuncoro.

Menurut Kuncoro, keberadaan jembatan darurat sangat dibutuhkan untuk mempermudah  dan mempercepat proses rehabilitasi pasca bencana. Serta membuka wilayah yang saat ini masih terisolir.

“Karena terputusnya jembatan Muhara. Oleh karena itu secepatnya akan kita bangun jembatan bailey,”katanya.

Pada saat ini, tim lapangan tengah melaksanakan pengukuran panjang bentangan jembatannya. Hasil penghitungan sementara panjang bentangan bertambah 17 meter dari sebelumnya 73 meter menjadi 100 meter.

“Bertambahnya bentangan karena makin melebarnya aliran sungai pasca longsor dan banjir bandang. Semoga saja proses pengerjaannya dapat berjalan lancar,”katanya.

Kuncoro mengungkapkan, panjang bentangan ditambah sebagai upaya penguatan bangunan jembatan bailey. Supaya lebih kuat dan tahan lama.

“Sekalipun sifatnya darurat tapi harus aman dilalui. Proses pembuatannya pun tidak sembarangan,”katanya.

Kuncoro mengungkapkan, terputusnya jembatan muhara menyebabkan akses jalan dari Kecamatan Cipanas menuju tempat obyek wisata Gunung Luhur di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber masih putus. Sementara ini belum dapat diakses menggunakan sepeda motor maupun mobil.

“Kalau kita pakai mobil ataupun sepeda motor dari arah Cipanas mau ke Gunung Luhur gak bisa karena jalannya buntu. Jalan hanya bisa sampai di Kampung Muhara, untuk melanjutkan perjalanan bisa dilakukan namun dengan berjalan kaki menyebrangi jembatan darurat terbuat dari kayu, menyebrangi dua aliran sungai,”katanya.

Rendy, Salah satu warga Desa Ciladaeun berharap pembangunan jembatan Bailey secepatnya dilakukan,

“Karena kami sangat membutuhkannya. Sekarang ada jembatan sementara tapi kan dari kayu bukan dari baja sehingga gak bisa dilalui pakai sepeda motor dan mobil, bahkan sangat sulit dilalui bagi lansia serta anak-anak,”katanya.(Sandi)