Beranda Berita Utama Kondisi Pantai Dan Muara Tukad Saba – Seririt Di Hiasi Sampah Plastik

Kondisi Pantai Dan Muara Tukad Saba – Seririt Di Hiasi Sampah Plastik

351
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|BULELENG – Sampah merupakan musuh dari pemerintah dimanapun. Bali sebagai daerah kunjungan wisata lambat laun akan ditinggalkan pengunjung akibat melubernya sampah plastik dimana-mana.

Seperti yang terlihat di aliran Tukad Saba Kelurahan Seririt, Buleleng sampah plastik menghiasi muara sungai, kesucian dari pada aliran sungai tersebut seakan tidak berarti. Jika kekotoran ini tidak segera mendapat penanganan serius, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt dan sekitarnya maupun Pemerintah Buleleng jelas akan merusak ekosistem lingkungan dan bencana ekologi.

Bahkan ancaman serius bagi pariwisata di Bali Utara yang salah satu andalannya habitan lumba-lumba yang hidup diperairan Buleleng. Penyebab tercemarnya Tukad Seririt ini diduga ulah oknum yang sengaja membuang sampah tanpa memperhatikan dampak bahaya Lingkungan. Tidak hanya mengotori lautan, sampah plastik dapat merusak biota laut, merusak terumbu karang, dan berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan manusia.

Warga Desa Pengastulan mengaku nyaris putus asa melihat kondisi tersebut .Berton-ton sampah dihasilkan setiap hari menyesaki kawasan pantai baik sampah kiriman warga yang tinggal di DAS (Daerah Aliran Sungai) Tukad Saba maupun sampah yang berasal dari warga sendiri. Menurut warga,mereka tidak memiliki alternatif membuang sampah karena tidak tersedia tempat pembuangan. Akibatnya, mereka mengaku terpaksa membuang sampah ke sungai maupun kelaut.

”Kami tidak diberikan alternatif karena sejak lama berharap pemerintah dapat memberikan jalan keluar dari problematika sampah ini,”ujar salah satu warga.

Kepala Desa Pengastulan, Ketut Yasa bersama Karang Taruna Puspita Samudra Desa Pengastulan, saat bergotong royong membersihkan sampah di kawasan pantai Desa Pengastulan pada Minggu (16/6) pukul 08.00 wita. Yasa mengatakan, pihaknya menghimbau semua warga agar tidak menjadikan laut dan sungai menjadi tempat pembuangan akhir.

Yasa juga mengaku malu melihat kotornya kondisi pantai dan muara Tukad Saba itu.Berbagai cara telah dilakukan namun penyelesaian mendasar dari problem sampah itu belum tersentuh.

”Problem sampah tidak saja berasal dari sini namun dari hulu Tukad Saba. Banyak warga yang tinggal di DAS Tukad Saba seperti warga Kelurahan Seririt dan sekitarnya membuang sampah ke sungai,”ujar Yasa.

Menariknya Yasa juga mengaku telah bersurat ke ke Pemkab Buleleng agar Desa Pengastulan diberikan fasilitas penanganan sampah. Namun pihaknya telah melakukan upaya lain agar sampah didesanya dapat diatasi. Selain bergotong royong melibatkan sejumlah steak holder, ”Namun hingga saat ini permohonan itu belum di respon Pemerintah Buleleng, ” sesalnya. (gede. S)