Beranda Berita Utama Diduga Curi Kayu Sonokeling, 3 Pria di Majalengka Diringkus Polisi

Diduga Curi Kayu Sonokeling, 3 Pria di Majalengka Diringkus Polisi

0

BHARATANEWS.ID|MAJALENGKA, – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka, meringkus tiga orang pelaku illegal loging, berinisial DS, WY dan RS alias Cakil.

Ketiga pelaku ditangkap, lantaran kedapatan membawa sejumlah kayu jenis Sonokeling tanpa dokumen yang resmi. Kini, ketiga pelaku tersebut terpaksa mendekam dibalik jeruji besi tahanan Polres Majalengka.

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, melalui Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin menjelaskan, kronologi penangkapan, berawal adanya laporan masyarakat, pada Minggu (2/6/2019), sekira pukul 20.30 WIB.

Dari hasil penggerebegannya di kawasan Hutan Diklat Kadipaten, RPH Pancurendang BKPH Majalengka KPH Majalengka.

Petugas berhasil mengamankan barang bukti sebuah mobil bak terbuka jenis L300 merk Mitsubishi, Nopol E 8610 AP, yang tengah mengangkut sebanyak 10 batang kayu jenis Sonokeling.

“Tak hanya barang bukti yang diamankan, kami juga berhasil meringkus satu pelaku illegal loging, berinisial DS,” katanya, Selasa (11/6/2019).

Setelah petugas memeriksa DS kemudian langsung melakukan penangkapan terhadap dua pelaku lainnya, berinsial WY dan RS.

Dikatakannya, berdasarkan pengakuan pelaku kepada penyidik, kayu Sonokeling tersebut berasal dari pembalakan liar di Desa Cipaku, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka.

Sementara kawasan hutan di Desa Cipaku tersebut, termasuk pada kawasan hutan Diklat Kadipaten RPH, Pancurendang BKPH Majalengka, KPH Majalengka.

“Ketiga pelaku illegal loging ini, masing-masing memiliki peran berbeda. Ada yang bertugas mengawasi untuk memastikan situasi aman pada saat proses tempat pemotongan dilakukan hingga sebagai penyedian kendaraan,” jelasnya.

Jadi, menurut dia, pelaku diamankan karena menguasai atau memiliki hasil hutan kayu, tanpa dilengkapi dengan surat keterangan atau dokumen sahnya hasil hutan.

Bahkan, rencananya kayu-kayu hasil curian itu akan dijual ke luar daerah. Pihaknya menegaskan, bahwa barang siapa yang mengambil barang negara tentu tindak pidana.

“Akibat perbuatannya, ketiga pelaku illegal logging terancam pasal 83 ayat (1) Jo Pasal 85 ayat UU RI No 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan, dengan ancaman lima tahun penjara,” tegasnya. (Nano)

Memberikan Komentar anda