Beranda Berita Utama 1 Hari Jelang Pemilu Serentak 2019, Majalengka Dalam Status Keamanan Siaga 1

1 Hari Jelang Pemilu Serentak 2019, Majalengka Dalam Status Keamanan Siaga 1

410
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|MAJALENGKA – 1 Hari menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak Rabu (17/4/2019) besok. Kapolres Majalengka AKBP Mariyono memberikan jaminan pemilu 2019 akan berjalan aman dan kondusif.

Di hari terakhir menjelang pelaksanaan pemilu ini menurutnya, aparat penegak hukum menggolongkan tingkat keamanan Indonesia pada siaga 1. Dengan demikian untuk menjamin kesiap siagaan satuan Polri dalam menghadapi pengamanan pemungutan suara dan penghitungan suara pemilu tahun 2019.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono memerintahkan kepada seluruh personil Polres Majalengka dan Polsek Jajaran terhitung mulai hari Selasa (16/4/2019) sampai dengan Jumat (19/4/2019), Polres Majalengka beserta Jajaran dinyatakan dalam status tingkat siaga 1.

“Siaga 1 semua dalam kondisi siap siaga, dalam menghadapi pengamanan dari mulai masuk masa tenang, pemungutan suara dan penghitungan suara,” ungkapnya kepada media, Selasa (16/4/2019).

Pihaknya memastikan sampai saat ini belum ada terlihat potensi gangguan yang muncul pada saat pemilu berlangsung. Namun, Polri dibantu TNI dan aparat terkait tetap waspada mencegah segala potensi konflik yang muncul.

“Dari hasil deteksi intelijen kita, belum ada ancaman maupun gangguan Kamtibmas lainnya. Tapi untuk kewaspadaan tingkat Polres dan Polsek Jajaran pelaksanaan, tingkat kewaspadaan siaga 1 kita bersama-sama antisipasi segala sesuatu yang mungkin terjadi,” ujarnya menambahkan.

Dijelaskannya, aparat keamanan telah membagi zona, disetiap zona telah disiapkan pasukan cadangan, agar setiap potensi konflik siap memback up dan mencegah potensi konflik terjadi.

Selama masa tenang pihaknya meminta masyarakat agar tetap tenang. Selain itu para pemilih harus menyaring segala informasi yang diterima.

Hal itu agar para pemilih terhindar dari kabar hoax, atau berbau fitnah. Dengan segala jaminan keamanan yang diberikan aparat, masyarakat diharapkan tidak golput dan tidak takut mencoblos ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Prinsipnya kita menghimbau masyarakat supaya tidak mudah terpengaruh terhadap informasi-informasi sumbernya yang tidak kredibel. Sumbernya yang tidak bisa dikonfirmasi,” pungkasnya.  (Nano)