Beranda Berita Utama Forum Anti Korupsi Indonesia Menuntut Penyelidikan Dugaan Korupsi Dan Kecurigaan Keterlibatan Sri...

Forum Anti Korupsi Indonesia Menuntut Penyelidikan Dugaan Korupsi Dan Kecurigaan Keterlibatan Sri Mulyani Sebagai Mata-Mata dan Antek Asing

0

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Forum Anti Korupsi Indonesia/Forum Anti-Corruption menyelenggarakan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka dan kantor World Bank Jakarta. Sebagai bentuk protes keras dan tuntutan agar KPK dan seluruh aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi yang melibatkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, serta dugaan kuat keterlibatannya sebagai mata-mata dan antek asing neolib. Pada Kamis (26/06/2025)

“Hari ini kami yg tergabung dalam Forum Anti Korupsi Indonesia/Forum Anti-Corruption menyelenggarakan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka dan kantor World Bank di Jakarta sebagai bentuk protes keras dan tuntutan agar KPK dan seluruh aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi yang melibatkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, serta dugaan kuat keterlibatannya sebagai mata-mata dan antek asing neolib sejak Pemerintahan era SBY, terlibat Skandal Century serta dalam pencarian hutang-hutang luar negeri (dari World Bank dan IMF) yang merugikan kedaulatan ekonomi bangsa sampai era Presiden Prabowo Subianto,” Ungkap kordinator aksi, Rizki ahmad baehaki

Aksi tersebut didasari atas kecurigaan serius adanya praktik korupsi dan penggelapan uang publik. Salah satu poin utama adalah adanya dugaan penggelapan selisih bunga bank (pinjaman dari World Bank) yang diterima oleh kementerian keuangan di bawah kepemimpinan Sri Mulyani Indrawati.

Aksi demonstrasi aktifis

Berdasarkan data yang mereka terima diduga terdapat beberapa kontroversi Skandal korupsi Sri Mulyani sebagai berikut:

1. Dugaan keterlibatan pada skandal bank Century 2008 sebesar 6,7 triliun yang melibatkan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan serta dugaan mendapatkan fee dari hutang Bank Dunia karena kedekatan Sri Mulyani dengan pemilik World Bank, yaitu Bill Gates (orang terkaya se-bumi) yang baru-baru ini datang ke Indonesia utk memberikan pinjaman lagi kepada Pemerintah Indonesia sebesar Rp 1000 triliun guna membayar bunga pinjaman luar negeri yang jatuh tempo pada Juni 2025 senilai 800 triliun.
2. Dugaan keterlibatan Fraud Pajak PT Perta Samtan dan Pertagas yg merugikan negara senilai $ 4,76 juta (Rp. 62,9 Miliyar) melalui Nanang Untung (abang kandung SMI karena diduga melakukan intervensi proses pemeriksaan Dirjen Pajak dan Dir KITSDA Harry Gumelar.
3. Dugaan kehilangan potensi pajak dari sektor sawit senilai sekitar Rp 300 triliun. Penerimaan negara dari sektor pada 2023 hanya sebesar Rp 88,7 triliun.
4. Potensi kegagalan CORETAX System senilai Rp 1,67 triliun ternyata implementasinya banyak dikeluhkan oleh masyarakat karena sulit diakses karena system down.
5. Dugaan korupsi yg dilakukan oleh suami Sri Mulyani yaitu Tonny Sumartono dalam LHKPN yang bersangkutan pada 2017 memiliki hutang hingga Rp 1 triliun. Sementara tidak ditemukan data pendukung bahwa suami SMI merupakan seorang pengusaha yang pantas mendapatkan pinjaman sebesar itu. Anehnya hutang itu nihil alias nol pada tahun 2023. Pertanyaannya, darimana dia mendapatkan uang sebesar Rp 1 triliun untuk melunasi hutang tersebut?

Dalam aksinya itu, Forum Anti Korupsi Indonesia meminta kepada seluruh aparat penegak hukum untuk:

1. Tangkap, periksa dan adili menteri keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang diduga merugikan keuangan negara sejak zaman SBY sampai sekarang, era Presiden Prabowo.
2. Tangkap, periksa dan adili Tonny Sumartono, suami Sri Mulyani yang diduga terlibat korupsi 1 triliun.
3. Tangkap, periksa dan adili Nanang Untung (Kaka kandung Sri Mulyani) diduga melakukan intervensi proses pemeriksaan Dirjen Pajak dan direktur KITSDA, Harry Gumelar, yang merugikan keuangan negara Rp 62,9 Miliyar.

Aksi berlangsung damai dengan pengawalan ketat pihak kepolisian, dalam aksinya masa membawa spanduk bertuliskan “Tangkap Sri Mulyani” dan mereka akhirnya membubarkan diri pada sore hari dengan tertib.

Sumber berasal : Press Rilis Kordinator aksi Forum Anti korupsi Indonesia, Rizki ahmad baehaki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here