BHARATANEWS.ID | BOGOR – Koalisi Rakyat Bogor Bersatu melakukan aksi demo terhadap pihak cafe Bajawa Flores di Ciwaringin Kecamatan Bogor Tengah terkait adanya dugaan perizinan sertanya kabar isu menyewa preman untuk membekingi pihak terkait, Senin, (30/01/2023).
Adapun pernyataan sikap dari demonstran yaitu :
1. Meminta kepada Pemerintah Kota Bogor melalui Satpol PP dan Kecamatan Bogor Tengah. Untuk menghentikan operasional Kafe Bajawa sebagai bentuk dari penegakan peraturan Daerah dan peraturan-peraturan yang Berlaku
2. Meminta kepada Aparat Hukum untuk mengusut Pihak Management Bajawa Café yang diduga Melanggar Peraturan hukum yang berlaku serta dugaan-dugaan Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Pihak Bajawa kafe.
3. Meminta Aparat Hukum untuk mengusut dugaan terjadinya tindakan Pengancaman dan intimidasi yang dilakukan oleh Pihak Bajawa Café terhadap Lembaga-Lembaga yang Aktif dan Concern dalam menyikapi dugaan Pelanggaran Oleh Kafe Bajawa.
4. Menuntut Pihak Management Bajawa Café untuk meminta maaf kepada kami masyarakat kota Bogor dan secara terbuka atas tindakannya berdasarkan poin-poin diatas.
5.Mengajak Masyarakat Kota Bogor untuk Memboikot Kehadiran Bajawa Kafe di Kota Bogor.

Menurut Korlap (Kordinator Lapangan ) Demonstran, Desta Lesmana menyampaikan adanya respon dugaan pengancaman terhadap para aktivis terkait demo yang dilakukannya.
” Responnya melakukan pengancaman terhadap para aktivis, katanya aktivis akan di sikat. Dia bawa bawa nama institusi, bahwasannya dia sudah di back up sama institusi tertentu karena itu mereka selalu arogan terhadap kegiatan aksi kami, ” Ucap Desta.
Masih di tempat yang sama, Pihak RW setempat menyangkal bilamana ada warganya yang merasa resah terkait pernyataan Desta yang menyatakan adanya keluhan dari warga Ciwaringin tepatnya di belakang Kafe Bajawa.
” Kalo warga sendiri sebetulnya tidak ada masalah, malah sebagian besar ini yang kerja di parkiran ini dan didalam warga sekitar, yang dipermasalahkan oleh mereka itu ada keluhan warga, warga yang mana? ,” Kata RW.
Ia juga menambahkan jika boleh dirinya diberi kesempatan untuk berbicara dia akan menanyakan warga yang mana.
” Kalo boleh tadi saya berbicara, mungkin saya memintai warga yang mana? ,” Imbuhnya.
Selain itu, menurut manajemen operasional Kafe Bajawa, Vina menjelaskan bahwa sebelumnya sempat mediasi dengan pihak demonstran dan sudah ada 2 kali namun berakhir buntu dan sempat ada penolakan dari pendemo.
” Sudah sempat dua kali, kalo sama saya sekali, pernah mediasi cuma gak ngerti yah, hasil akhirnya kaya buntu ya kalo dari pihak mereka kalo kita udah menganggap itu selesai sih harusnya, ” tutur Vina.
Sebelumnya Vina juga menjelaskan inti permasalahannya terkait perizinan dan salah satu perizinannya masih dalam proses.






