Beranda Bogor Yudi Nurzaman Camat Cibungbulang Memohon Maaf atas Pernyataan yang Dinilai Melecehkan Profesi...

Yudi Nurzaman Camat Cibungbulang Memohon Maaf atas Pernyataan yang Dinilai Melecehkan Profesi Jurnalis

353
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Camat Cibungbulang Yudi Nurzaman memohon maaf atas Pernyataan yang dinilai melecehkan profesi jurnalis pada saat melakukan peliputan memediasi aksi demo Gerakan Masyarakat (Geram) dan Forum Kepemudaan serta warga Cibatok satu. Pada Rabu, (21/01/20) kemarin.

Sebelumnya, kata Yudi, pada Hari Rabu pihaknya memfasilitasi unjuk rasa kelompok Geram. Yaitu kelompok anak muda dari Cibatok satu, mereka melakukan tuntutan-nya kepada Pemerintahan melalui Kantor Kecamatan Cibumbulang.

“Ada 5 tuntutan dalam unjuk rasa tersebut. Diantaranya, mendesak Kejaksaan dan Kades Cibatok Satu karena diduga banyak proyek mangkrak dan tidak tranparansi selama menjabat satu priode kebelakang, mendesak dana Covid-19, ADD, DD, Banvrop, UMKM, BUMdes dan lain-lain, mendesak Bupati dan Kejari mutasikan hingga audit Camat atas dugaan korupsi, mendesak Bupati memastikan Camat terkait dugaan kongkalingkong dan main mata soal Pilkades dan mendesak Kejari terkait Peroyek Pembangunan Renovasi Kantor Kecamatan,” tutur Yudi ketika ditemui diruangannya, Kamis (21/10/20).

Lanjut Yudi menjelaskan, pada saat aksi tersebut pihaknya tengah membagikan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Selesai saya ngobrol dengan pak Kapolsek, akhirnya ada tiga orang perwakilan termasuk pemerintah desa-pun hadir pada waktu itu. Pak Kades, LPM, Sekdes hingga terjadi diskusi-diskusi dan akhir-nya ada titik temu. Bahwa nanti pihak dari Geram ini akan ketemu kembali di kantor desa untuk mendapatkan penjelasan secara teknis dan rinci oleh kepala desa,” terangnya.

Dan, kata dia, kades juga welcome (terbuka) dari pada demo lebih baik nanti akan menjelaskan berikut pertangungjawaban dan lain sebagainya. “Diakhir mau habis acara oleh saya disimpulkan, jadi inti dari pertemuan ini, saya bilang bahwa, ini ada kebuntuan komunikasi antara warga dengan pemerintah desa. Nah, ini harus dibuka sebesar-besarnya. Sehingga, para pemuda itu mengetahui apa yang di perbuat-nya termasuk desa juga bisa memberikan penjelasan kepada para pemuda pokonya timbal balik dari komunikasi yang tidak baik.

Tidak hanya itu, lanjut Yudi, baik dari ade-ade (peserta) yang demo, warga masyarakat mana pun dibuka peluang untuk bertanya ke-Kecamatan. Karena camat stand by, (selalu ada) di Kantor Dinas. Termasuk, kata dia, insan pers pun boleh bertanya sesuatuhal yang perlu diketahui. ” Insya Allah saya bilang di Kecamatan akan menyiapkan makan dan minum. Akan tetapi hapunten (mohon maaf) sambil “berkelakat” (guyonan) hari ini-mah Camat Cibungbulang ker teu boga duit (tidak punya uang) karena Covid,” ucapnya.

Menurutnya, dengan ada-nya bahasa tersebut sontak membuat salah satu dari insan pers merasa tersinggung. Samapai pada saat dirinya turun kebawah di pangil kembali dan diminta untuk melakukan permohonan maaf melalui video.

Dari lubuk hati yang paling dalam, kata Yudi, dirinya tidak memiliki niat melecehkan profesi wartawan. “Saya tidak memiliki niat untuk melecehkan profesi wartawan, bahkan, saya mengangap menganggap teman-teman wartawan itu saudara. Saya akui, saya suka bercanda. Namun, kelakar (candaan) saya, mungkin tidak tepat waktu. Hingga yang mendengarkan merasa tersinggung dengan candaan saya. Oleh karena itu, sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh insan pers terutama yang kemarin hadir di Kecamatan,” pungkasnya.