Beranda Berita Utama Bantuan Sosial di Desa Karehkel Dinodai Dugaan Maladministrasi Dana Gelap

Bantuan Sosial di Desa Karehkel Dinodai Dugaan Maladministrasi Dana Gelap

502
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Hal berbeda ditemukan dalam Penyaluran Bantuan Sosial Pangan (BPS) atau BPNT di Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Pasalnya bantuan yang diberikan Kementerian Sosial tersebut ternyata dicairkan secara Kolektif oleh oknum RT dan RW Setempat.

Hal itu dibeberkan oleh Iang, Ketua RW.12 Desa Karehkel, dirinya mengakui bahwa penggesekan kartu dilaksanakan di rumahnya baik melalui BNI maupun Bank Mandiri, namun dirinya tidak mengenal orang yang menjadi operator mesin EDC (Electronic Data Capture).

“Penggesekan itu dilakukan hari Selasa (18/08/2020) kalo gak salah lalu didistribusikan hari Sabtu (22/08/2020), jadi menggesek dulu baru barang turun. Untuk warungnya di Haji Subki, pokoknya kalo saya ngambil disana,” tuturnya, Senin (24/08/2020).

Saat ditanyakan bahwa adanya uang yang diberikan dari KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dari nominal Rp. 5000 hingga Rp. 20.000 ke RT dan RT menyerahkan ke RW, Iang menjawab bahwa tidak ada paksaan kepada KPM untuk memberikan uang tersebut.

“Kalo untuk bulan ini belum dihitung berapa, namun untuk saya gak pegang-pegang urusan uangnya, karena kalo saya disini terbuka uang tidak dipegang oleh saya, untuk yang bagian ngambil mobil mungkin saya yang bagian menyalurkan juga saya, mengajak masyarakat tidak hanya melibatkan aparat setempat saja, tokoh dijajak supaya nembrak disitu,” katanya.

Iang juga menjelaskan bahwa untuk bulan kemarin didapatkan dari masyarakat sekitar Rp. 980.000, uang tersebut bagi-bagi untuk RT dan RW juga yang bantu-bantu penyaluran, “sisanya juga suka kita belikan perabot mesjid,” ucapnya.

Iang juga menuturkan bahwa mengelola penyaluran BSP oleh RT dan RW itu adalah inisiatif Kepala Desa, “karena sebelumnya masyarakat berdesakan mengambil bantuan, namun tidak ada trasportasi untuk RT dan RW mengurus itu,” tuturnya.

Selain itu Iang juga membenarkan yang mengambil komoditi BSP itu adalah aparatur RT dan RW di H.Subki secara kolektif, selain itu penggesekannya juga dilakukan secara kolektif dengan KKS dikumpulkan di RT dan dibawa Kerumah RW untuk digesek.

Sebelumnya Kepala Desa Karehkel Odi Marwan menyampaikan bahwa BSP itu disalurkan oleh agen namun karena saat ini sedang situasi Covid-19, atas permintaan dari KPM pengambilan diwakili oleh pengurus (RT/RW), “jika ada beras satu butir pun kurang itu tanggungjawab pengurus, jadi pengurus itu membantu KPM,” katanya, Kamis (06/08/2020) seusai menghadiri Monev Kepala Dinas Sosial di Kecamatan Leuwiliang.

“Kalo KPM yang dipungut uang itu tidak ada, itu dipastikan tidak ada, kalo bahasa itu dipaksa tidak ada paling untuk ganti trasport, karena kita di desa kepengurus tidak meminta apa pun dari masyarakat, jadi tidak ada menargetkan harus ada trasport,” kata Kepala Desa.