Beranda Berita Kualitas Batu P3-TGAI Dipertanyakan, P3A : Diperbolehkan Oleh TPM dan Konsultan

Kualitas Batu P3-TGAI Dipertanyakan, P3A : Diperbolehkan Oleh TPM dan Konsultan

546
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|LEBAK – Lagi-lagi kualitas batu dan pasangan irigasi proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3-TGAI) dipertanyakan, namun P3A Mulya Tani yang berlokasi di Daerah Irigasi (DI) Cisaat, Desa Cikadongdong, Kecamatan Cigemblong, sebagai pelaksana program tersebut menampik hal tersebut diperbolehkan oleh TPM, (Tenaga Pendamping Masyarakat) dan konsultan pihak dinas terkait.

Aktivis Baksel lagi-lagi mengkritisi pasangan bangunan dan material batu yang digunakan dalam pembangunan P3-TGAI, kali ini pengerjaan yang berada di wilayah Kecamatan Cigemblong.

“Ketika kami ke lokasi mengecek P3-TGAI di Kecamatan Cigemblong, lagi-lagi kami menemukan kejanggalan material batu yang digunakannya, karena batu yang digunakan selalu diambil dari lokasi sekitar pembangunan, seperti batu kali, batu cadas, ada juga batu asahan yang kami duga kualitasnya tidak sesuai spek dan RAB,” ujar Bucek salah satu aktivis Lebak Selatan (Baksel).

Menurut Bucek, selain material batu, ukuran pasangan bangunan pun berbeda-beda tidak merata dan terkesan asal-asalan pengerjaannya.

“Dibeberapa lokasi kami selalu menemukan hal yang sama, pengerjaan yang terkesan asal-asalan, material batu yang juga asal-asalan, padahal semua itu sudah dianggarkan, ada dalam RAB dan tentunya ada gambar dan teknis bangunan, tolonglah agar diperbaiki kualitasnya, ini kan untuk kepentingan petani, ketahanan pangan, dan tentunya untuk daerah kita sendiri, jangan hanya mengejar dari keuntungan proyek atau program,” tukasnya.

Sementara itu, P3A Desa Cikadongdong, Jeri Arliana sebagai pelaksana program P3-TGAI ketika dikonfirmasi menjawab bahwa terkait kualitas batu, TPM dan Konsultan Balai memperbolehkan batu yang digunakan.

“Iya batu memang dari sekitaran proyek aja, ada yang dari kali/sungai, ada yang dari lahan warga. Kalau dari sungai kita pakai ongkos angkut, kalau dari lahan warga kita beli kepada yang punya tanah, adapun masalah kualitas, itu sudah diperbincangkan dengan TPM dan konsultan dinas, mereka memperbolehkan dan mengijinkan,” ungkapnya.

Dari pantauan awak media, di lokasi P3-TGAI Desa Cikaret, selain aktivis mengungkapkan kritisi yang sama, di lokasi juga tidak ditemukan papan informasi, pihak pelaksana P3A, TPM dan Kades pun tidak berhasil ditemui. (sandi)