Beranda Berita Utama Penurunan Struktur Tanah Desa Jolosekti di Tinjau Langsung Oleh Bupati Batang

Penurunan Struktur Tanah Desa Jolosekti di Tinjau Langsung Oleh Bupati Batang

411
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|BATANG _ Bupati Batang Wihaji meninjau langsung kejadian patahan tanah yang terjadi akibat penurunan struktur tanah yang berada di Desa Jolosekti Kecamatan Tulis, Jumat (21/2/2020).

Penurunan struktur tanah tersebut mengakibatkan jalan penghubung antar Desa Jolosekti ke Desa Manggis sempat terhenti tidak bisa dilalui, pada Kamis (20/2/2020) kemarin, penurunan tanah juga terjadi disekitar area sawah hingga mencapai hektaran.

“kemarin saya juga sudah perintahkan dari jajaran muspika dan masyarakat untuk melaksanakan kerja bakti agar jalan bisa dilewati kembali, karena penurunanya mencapai 50cm,” kata Bupati Wihaji.

Lanjutnya, masyarakat agar tetap waspada dan berhati – hati jika nanti terjadi kejadian seperti ini lagi, dari Pemkab melakukan antisipasi yang dugaan awal adanya sesar mayor. Namun Pemkab telah mendatangkan tenaga ahlinya dari Pemerintah provinsi Jawa tengah.

“Oleh karena itu, bagian tenaga ahli dari Pemprov untuk mengecek dan menganalisa dimana sesar mayornya, agar masyarakat bisa antisipasi dan bersiap – siap apabila terjadi lagi,” jelas Wihaji.

Bupati juga memastikan untuk secepatnya melakukan perbaikan jalan sementara, mengupayakan yang penting – penting dulu, sambil menunggu hasil dari analisa dan kajian.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Utara Provinsi Jawa Tengah Primasto mengatakan, untuk melihat secara teknik harus melihat peta regionalnya mengetahui patahan mayornya.

“Namanya patahan itu dari alamnya karena ada beberapa wilayah yang memiliki patahan, bukan karena hujan tapi karena pengaruh tektonik,” kata Primasto.

Langkah antisipasi untuk meminimalisir kejadian tersebut, masyarakat harus di berikan edukasi, jika bertempat tinggal di daerah patahan harus melakukan langkah – langkah antisipasinya seperti apa.

“Ketika sudah terjadi patah jangan segera diurug dengan tanah sembarangan, karena ketika terjadi hujan airnya menyerap sehingga mengakibatkan terjadi longsor, tetapi urug dengan tanah lempung, karena tanah lempung tersebut sifatnya tidak menyerap air,” jelas Primasto.

Pihak ESDM juga akan secepatnya melakukam kajian dengan melihat sesar mayornya melalui peta regionalnya. Sehingga dapat diketahui apakah bisa terjadi patahan yang berkelanjutan.

“Masih butuh waktu untuk kita dapat menganalisa pola patahannya, kalau melihat lapangan tidak bisa melihat titik kordinatnya serta arah patahanya kemana,” katanya.

Ia juga mengatakan hasil dari analisa paling lambat dua minggu dan akan di laporkan ke Bupati dan bagaimana cara mengantisipasinya.

Sementara, Camat Tulis Wawan Nudiansyah menjelaskan, yang terdekteksi adanya patahan tanah kurang lebih empat titik Aspal yang turun hingga setengah meter, dan juga 15 hektar sawah mengalami penurunan struktur tanahnya.

“Yang sudah terdeteksi ada empat titik yakni di Dukuh Teropong Desa Jolosekti. Tapi satu titik patahan yang mengakibatkan penurunan struktur tanahnya berada di jalan penghubung antar desa. Kalau tidak tertangani Desa Manggis terisolasi karena tidak ada akses jalan lainya,” katanya.

Dijelaskan pula oleh Wawan Nurdianysah, untuk penanganan sementara Hari Kamis kemarin sudah dilaksnakan kerja bakti dengan warga agar akses bisa dilewati lagi. Kalau penanganan secara menyeluruh harus ada tim ahlinya.

Terlihat nampak Kapolsek Tulis Polres Batang AKP Gumana turut serta mendampingi peninjauan penurunan tanah di wilayah hukumnya oleh Bupati Batang, (Niko).