Beranda Berita Utama Seorang Oknum Guru Di Buleleng Ajak Muridnya Bermain Threesome

Seorang Oknum Guru Di Buleleng Ajak Muridnya Bermain Threesome

276
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|BULELENG –  Perilaku yang tak pantas di lakukan oleh oknum seorang guru di salah satu SMK di wilayah Kota Singaraja bernama SND (29). Pasalnya, guru ini tega menjerumuskan salah satu siswinya berinsial V (15) untuk berhubungan badan dengan seorang pria bernama PW.

Ironisnya lagi, pria yang menyetubui siswi tersebut adalah pacar SND yang notebene guru bahasa korban V. Aksi persetubuhan itu dilakukan bertiga.

Aksi perilaku penyimpangan sex ini tejadi pada Sabtu (26/10) sekitar pukul 14.30 wita, di salah satu kost yang ada di Jalan Sahadewa yang ditempati oleh pelaku PW.

Awalnya kasus ini bermula dari, SND (oknum guru) warga Kelurahan Banyuning yang merupakan guru honor ditempat korban sekolah, mengajak korban untuk dikenalkan kepada pacarnya bernama PW yang merupakan pegawai honorer di salah satu instansi lingkup Pemkab Buleleng.

Mereka pun janjian dan ketemuan di salah satu tempat wilayah Jalan Udayana. Setelah itu antara korban V dan SND (oknum guru) langsung berangkat menuju kost di jalan Sahadewa yang ditempati oleh PW warga jalan Kutilang Singaraja. Setelah sampai di tempat kost, pelaku SND memaksa korban untuk duduk di kasur.

Selanjutnya, antara pelaku SND dan PW yang memiliki hubungan pacaran melakukan persetebuhan didepan korban V. Usai melakukan hubungan intim, tiba-tiba tangan pelaku PW langsung memegang tangan korban dan mencium korban, sedangkan pelaku SND langsung memegang tangan korban. Karena terdesak, korban pun akhirnya disetubuhi oleh PW yang dilakukan bertiga (threesome).

Tak terima dengan ulah bejat SND (oknum guru) dan pacarnya, korban V pun mengadukan kejadian yang menimpa dirinya kepada orangtuanya. Tak terima anaknya menjadi korban persetubuhan, orangtua korban langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolres Buleleng pada Rabu (6/11). Setelah menerima laporan, polisi pun langsung menangkap SND dan PW.

Ketika digiring di Mapolres Buleleng, kedua pelaku hanya bisa tertunduk malu. Pelaku PW (Pacar oknum Guru) mengaku, nekat melakukan aksi sex bertiga lantaran terobsesi dengan video porno yang dikoleksinya.

“Terobsesi sama video. Pacaran sudah dua tahun. Awalnya saya kan bercanda (minta cari wanita lain), terus dikasik tahu sama SND, bahwa salah satu muridnya ada yang nakal. Diajak cuma satu kali, waktu itu saja,” ucap PW dengan menunduk malu.

Sementara itu SND mengaku, nekat menyerahkan salah satu siswinya untuk disetubuhi pacarnya karena permintaan dari pacarnya sendiri. Dirinya nekat menjerumuskan siswinya karena mendengar kabar, bahwa V merupakan anak yang nakal.

“Saya ajak jalan-jalan, terus ke kost pacar. Dalam kamar cuma ngobrol, saya ciuman sama pacar, dia diam. Bukan karena paksaan. Dari pacar dia inginkan, karena ingin coba hal baru. Saya turutin,” ujar SND.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Vicky Tri Haryanto mengatakan, aksi ini terungkap dari laporan orangtua korban. Orangtua korban mengetahui kejadian ini, berawal dari berhembusnya cerita tempat korban bersekolah hingga ke orangtua korban, bahwa korban telah disetubuhi.

“Korban diajak ke kost pacar pelaki. Disana antara pelaku 1 dan 2 yang memang pacaran awalnya lakukan hubungan badan, dengan maksud agar korban terangsang, tapi tidak. Saat itulah korban dipaksa,” ungkap AKP. Vicky.

Didampingi Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu. Gede Sumarjaya, berawal dari laporan orangtua korban dan bukti yang cukup, akhirnya kedua pelaku ini berhasil diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan.

“Berdasarkan bukti yang ada, kedua pelaku kini diamankan untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas AKP. Vicky.

Akibat perbuatannya, kini kedua pelaku masih diamankan di Mapolres Buleleng. Terhadap pelaku Novi disangkakan telah melakukan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak didik atau tenaga kependidikan sebagaimana dalam Pasal 81 (1) Jo pasal 82 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Sedangkan, pelaku AA. Wartayasa disangkakan Pasal 81 ayat (1), ayat (2) UU RI. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. (**/gede.s)