Beranda Berita Utama Keterkaitan Peradaban Islam di Muna, dengan Beberapa Kerajaan di Tanah Jawa

Keterkaitan Peradaban Islam di Muna, dengan Beberapa Kerajaan di Tanah Jawa

979
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|MUNA – Dimuat dari laman media sosial Hadi Wahyudi Ode Samin, Kepala UPTD Museum Kebudayaan Muna, sekaligus pemerhati budaya wuna, yang menceritakan tentang keterkaitan peradaban islam di Kerajaan Muna dengan peradaban Islam di Jawa.

Feritz Sarasin sekitar tahun 1920 an menyebut bahwa Suku Tomuna adalah salah satu ras Wedoid yang berasal dari Srilanka yang dimana ras Wedoid merupakan penghuni awal nusantara.

AL Krober membagi ras di Indonesia menjadi 4 Ras dan salah satu nya adalah ras Wedoid dari Srilanka. Diantara Ras Wedoid tersebut adalah Suku Tomuna.

Ahli Arkeologi mulai dari Kosasih dan beberapa tim ahli BPCB menyimpulkan bahwa lukisan Gua di Liangkobori merupakan jejak peradaban prasejarah. Gua Liangkobori menunjukan pusat peradaban atau pusat hunian manusia di zaman prasejarah.

Penelitian Ahli Linguistik Rene Van Berg menyimpulkan bahwa induk Rumpun Bahasa Muna Buton berasal dari bahasa standar antara Lohia sampai Tongkuno.

Menurut Wolfgang asal Jerman menyebut bahwa layang layang tertua berasal dari Muna bukan dari Cina, di Museum Layang layang Jakarta juga menempatkan layang layang Kaghati Kolope sebagai layang layang yang paling diminati oleh pengunjung terutama dari luar negeri.

Penelitian Tim Ahli BPCB Makassar Kemdikbud menyebut bahwa Benteng Kerajaan Muna di Kota Wuna atau Te Wuna memikiki panjang 8 km.

Ikatan Maritim Indonesia menyebut bahwa salah satu bukti bahwa Indonesia adalah negara maritim yaitu lukisan perahu di Gua Prasejarah Liangkobhori.

J Couvreur membuat catatan tentang Sejarah Kerajaan dan Kebudayaan Muna.

Van Hoven menyebut bahwa Muna adalah salah satu wilayah yang memiliki Hukum Adat, satu satunya di Sulawesi Tenggara (Sultra)

Hadi Wahyudi Ode Samin menceritakan, bahwa sebelumnya, Prof Budi Sulistiono Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta yang pernah berkunjung di Museum Bharugano Wuna, tertarik untuk meneliti masuk nya Islam di Kerajaan Muna.
Beliau tertarik dengan model Mesjid di Kota Wuna dan Mesjid Lohia yang mirip Mesjid Agung Demak.

“Beliau juga tertarik pada sumur tua disekitar Mesjid Lohia yang berjumlah 100 sumur, bisa jadi hal ini adalah keajaiban dunia, beliau juga menanyakan kepada saya apakah Hindu pernah masuk di Muna. Model Mesjid Agung Demak mewarisi model model arsitektur candi di Pulau Jawa. Menurut beliau bahwa beberapa makam di Muna mewarisi cirikhas makam prasejarah. Saya katakan kepada beliau kalau di Muna memang ada kehidupan prasejarah” ungkap Hadi.

Ia juga menjelaskan, dalam buku La Ode Ongga tertulis hubungan antara Raja Muna La Posasu dgn Kesultanan Demak, Banten dan Cirebon. Mesjid Agung Demak dibangun oleh Wali Songo.
“Beliau menanyakan apakah ada hubungan Kerajaan Muna dengan Kerajaan di Jawa, dan karena ketertarikan beliau terhadap sejarah Muna, maka beliau akan melakukan penelusuran. (aris)