BHARATANEWS.ID |ย BOGOR โ Pemandangan antrean panjang warga demi mendapatkan gas elpiji 3 kg terlihat di bawah jembatan tol Kampung Cijulang, Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Truk pengangkut elpiji yang tiba di lokasi langsung diserbu warga yang rela berdesakan demi mendapatkan tabung gas bersubsidi tersebut.
Kondisi ini terjadi sebagai dampak langsung dari kebijakan pemerintah yang melarang pengecer menjual gas elpiji 3 kg, memaksa masyarakat kecil untuk mendatangi pangkalan resmi yang lokasinya tidak selalu dekat dengan tempat tinggal mereka.
Mulyadi, seorang pedagang yang turut mengantre, mengungkapkan keluhannya. Menurutnya, kebijakan ini justru menyulitkan masyarakat karena akses ke pangkalan lebih jauh dan antrean panjang sangat menyita waktu.
“Jadi ribet ya, mending beli gas di warung dekat, harga beda tipis tapi nggak menyita waktu dan tenaga karena ke pangkalan lumayan jauh,” ujarnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun harga gas di pangkalan lebih murah, keterbatasan distribusi dan jauhnya akses justru menciptakan tantangan baru bagi masyarakat kecil. Hingga kini, belum ada solusi konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah antrean panjang dan keterbatasan stok gas elpiji 3 kg yang semakin sulit didapatkan.
Penulis: Irpan







VN6C2wkvdQs
lE3Y9qy2HJi
yRCnXwFcxd8
CULFPu7joDT
6yJfsWVukhi
GWpYbE6NBOV
NQfyJKz0Tof
3o3Z2V4Esgn
CFcgx6tUhTm
MKEFICm3duq
6ZGFmc7JKcQ
q7TGXKfkOje
9zKVXAGXc8E
klKPmhI3USs
6rm7YYF64na
6MHVjLJ1V1U
INH6Q8vQvMn
Ls6isznPv3d
pss4IHCB5S8
lzSZwmae0Vi
A5D0MPBJKTE
Hk0MDy0wc16
6QdEx3KKI3c
H4lvC2KdFZw
uiVoPUgzbv4
iMutyrFMq6Y