BHARATANEWS.ID | KOTA BOGOR โ Komitmen menjaga seni budaya Sunda diwujudkan Kreatif Sinergi Bogor (KSB) melalui pagelaran Wayang Golek. Acara tersebut digelar di Lapangan Bantarjati Atas, RT 03/RW 13, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat malam (18/9/2026).
Pagelaran budaya ini mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Hadir di lokasi Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor H. Dian Herdiawan, SP., MM., BPKPSDM, Staf Kecamatan Bogor Utara, Ketua RW, Ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua KSB, Sandi Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata KSB dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi Sunda. Selain pelestarian, acara ini juga menjadi ajang regenerasi dalang muda agar lebih berkembang.
โGiat tersebut bertujuan untuk melestarikan seni budaya di Kota Bogor, dan ingin mengangkat dalang muda di Kota Bogor untuk lebih berkarya dan berkembang,โ ujar Sandi.
Sebagai wujud dukungan terhadap regenerasi, KSB menampilkan dalang muda asal Mekar Wangi Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kang Bima Arya. Penampilannya diharapkan mampu menjadi inspirasi dan memacu lahirnya dalang-dalang muda di Kota Bogor.
Apresiasi pun datang dari Disparbud Kota Bogor. Pemerintah berharap kegiatan seperti ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan dapat masuk dalam Calendar of Event Kecamatan Bogor Utara.
Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kota Bogor, H. Dian Herdiawan, SP., MM., menilai KSB dapat menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk ikut berperan dalam melestarikan kebudayaan tradisional Sunda.
Ia juga menjelaskan nilai filosofis di balik kesenian Wayang Golek itu sendiri.
โWayang golek adalah seni boneka kayu tiga dimensi khas dari tanah Sunda, Jawa Barat, yang berkembang pesat sejak abad ke-19. Kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral, nilai kehidupan, dan kritik sosial melalui tokoh-tokoh ikonik seperti Cepot dan Semar,โ ungkap Dian.
Dian menambahkan, upaya pelestarian ini selaras dengan kebijakan pemajuan kebudayaan daerah, yakni Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pemajuan Kebudayaan Daerah serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Ia menegaskan pentingnya mengenalkan wayang golek kepada generasi muda agar tidak tergerus zaman.
โWayang golek ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tanggal 7 November 2003,โ tambah Dian.
Ketua panitia penyelenggara berharap agar kegiatan budaya sunda khususnya wayang golek, bisa lebih di perhatikan Oleh pemerintah Kota Bogor, dan menjadi agenda rutin untuk menjaga budaya tetap hidup dan digandrungi generasi muda. ia juga berharap adanya bantuan support anggaran dari pemerintah Kota Bogor agar kegiatan seperti ini bisa terus berjalan.
“Saya Berharap seni sunda di Kota Bogor ini berkembang Dan bisa lebih di perhatikan Oleh pemerintah Kota Bogor, menjadi agenda per 6bulan 2 Kali Dan di Bantu untuk support anggaran untuk melaksakan kegiatan seni budaya sunda ( wayang golek )” Tutup Sandi.






