BHARATANEWS.ID | BOGOR – Dwi Hartanto Joko Purnomo Sekertaris Umum IPSI Kota Bogor menanggapi pendapat narasumber Sesepuh dan Ketua Perguruan Silat dinilai subjektif dalam pemberitaan sebelumnya “Yakin Ketua IPSI Kota Bogor Akan Terregenerasi, Para Sesepuh dan Ketua Perguruan Menginginkan Reformasi“. Hal itu dikemukakan dirinya kepada Pemimpin Redaksi Bharatanews.id terhadap para narasumber melalui pesan elektronik whatsapps, Senin (07/6/2021), Dini Hari.
” terlalu subyektif, Kinerja narasumber yg disebut juga bagian dari pengurus lama yg tidak dan kurang produktif” Dikutip dari percakapan Joko yang juga sebagai Ketua OC dalam acara Muskot IPSI Kota Bogor mendatang.
Lebih lanjut, terkait tanggapan yang dilontarkan oleh salah satu Sesepuh dan Ketua Perguruan Silat, dirinya mengingatkan dalam berpendapat atau menilai terhadap kinerja suatu organisasi, padahal mereka termasuk dari bagiannya.
“Kalo kita bagian dari sebuah organisasi… Menilai / berpendapat kinerja organisasi tersebut tidak baik… Padahal kita juga bagian yg tidak menunjukan kinerja yg baik/maksimal dan tidak menghasilkan output prestasi baik/maksimal” Terangnya dalam percakapan tersebut” Tutupnya.
Untuk lebih memaknai perbandingan Objektif dan Subjektif, Bila melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang dilansir dari KBBI.web.id dikemukakan artinya sebagai berikut :
sub·jek·tif /subjéktif/ a mengenai atau menurut pandangan (perasaan) sendiri, tidak langsung mengenai pokok atau halnya.
ob·jek·tif1 /objéktif/ a mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi.
Baca juga : Yakin Ketua IPSI Kota Bogor Akan Teregenerasi, Para Sesepuh dan Ketua Perguruan Menginginkan Reformasi
Seraya demikian, Sayyed Ismail bin Zakarian Al-Jufrie Al-Husein Ketua Perguruan Maung Panca Padjadjaran berpendapat untuk menengahi pendapat-pendapat yang dilontarkan Sesepuh Bina Saluyu, Ketua Perguruan Cakra buana Indonesia kota Bogor dan Sekertaris IPSI Kota Bogor.
“Kalau menurut saya sih siapapun boleh berpendapat itukan biasa. Seseorang yang sudah mengusung kandidatnya pasti dia akan membela kesana ya kan?. Adapun statement dari Pak Juju sama Pak Wira itu sah-sah saja kenapa harus di intolerir, biarin saja. Karena yang jelas mas Joko ini kan pendukung Pak Bono” Ujar Ki Mail kerap sapaannya.
Masih dikatakan, dirinya sempat mencurigai ada kepentingan-kepentingan yang terjadi dalam penilaian dalam berpendapat.
“Kalau menurut saya sih ya karena mereka sudah jelas punya kepentingan dalam hal ini mereka lebih berperan, Dilain hal katanya banyak hal yang bertentangan sesuatu yang memang kurang dia sukai pasti dilain sisi dia mendukung, kalau gak suka ngapain jadi pendukung kan begitu, yang jelas ini kan ada kepentingan disini.” Katanya.
Namin uniknya, Ki Mail mengungkapkan hal cukup kontradiktif dari pendapat Dwi Hartanto Joko Purnomo yang sebelumnya menyinggung Juarsyah Sesepuh PS Bina Saluyu mengenai kepengurusan organisasi IPSI Kota Bogor.
“Kalau apa yang diucapkan oleh Pak Juju dan Pak Wira itu biar aja itu kan pendapat Pak Juju dan Pak Wira, sedangkan kalau dibilang mereka itu adalah pengurus-pengurus yang dulu yang lama. Yang salah satunya kan yang saya tau Pak Juju itu kan masih dalam kepengurusan IPSI saat ini. Tapi yang jelas di dalam tubuh itu kan sudah banyak pertentangan sebetulnya, sudah banyak beda pendapat. Kurang lebihnya begitulah” Pungkasnya.(Ry/Mar)






