Beranda Berita Anggota Sabhara Polsek Bojong Polres Purwakarta Memiliki 17 Kandang Penangkaran Burung Murai...

Anggota Sabhara Polsek Bojong Polres Purwakarta Memiliki 17 Kandang Penangkaran Burung Murai Batu

232
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|PURWAKARTA – Kini keberadaan Burung Murai Batu di alam bebas saat ini sangatlah langka. Bahkan burung pemilik kicauan yang sangat indah hingga ini terus diburu oleh para pecinta burung berkicau.

Wawan Setiawan (36) anggota Polres Purwakarta, Jawa Barat ini ternyata memiliki pemikiran dan ide yang cemerlang. Dimana disaat para kicau mania ini kesusahan mencari bibit Burung Murai Batu yang keberadaannya sudah langka, tahun 2015 lalu ia mulai mencoba membuat penangkaran.

Kegagalan demi kegagalan dialami saat pertama kali dirinya mulai membuat penangkaran Burung Murai Batu ini. Namun dengan kesabaran dan terus belajar secara otodidak akhirnya Wawan Setiawan pun berhasil menangkarkan Burung Murai Batu yang terbilang langka ini.

Bertempat di Desa Salamjaya, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Wawan berhasil menangkarkan burung murai batu medan ekor panjang

“Karena hobby suaranya, bentuknya dan ekornya. Karena sering beli anak murai dari peternak, hingga kepingin coba-coba untuk berternak dan membuat penangkaran,” ungkap Pria yang bertugas Anggota Sabhara Polsek Bojong itu.

Saat ini dirinya sudah memiliki setidaknya memiliki sebanyak 17 kandang penangkaran burung murai Batu.

“Kuncinya jangan tidak mau mencoba dan belajar, selain itu juga sabar. Sebab tanpa kita mencoba kita tidak bakal tahu akan hasil yang kita dapat. Saat pertama kali pun saya tidak percaya bisa seperti ini, namun karena saya terus mencoba akhirnya saya bisa menangkarkan burung Murai Batu ini,” terang Wawan

Tujuan utama ia membuat penangkaran ini selain hobi, juga dirinya ingin burung yang sudah mulai punah ini bisa mudah kembali ditemukan.

“Awalnya ini dari hobi memelihara burung, saya saat itu membeli burung Murai Batu yang harganya tidak murah, ya karena mahal itu memang keberadaannya susah ditemukan lagi di alam bebas. Lalu saya belajar dari temen peternak di Kabupaten Karawang, setiap kali beli anak murai ke peternak itu selalu diminta ilmunya,” jelas Wawan.

Dalam satu bulan, menurut Wawan penangkarannya ini bisa menghasilkan antara 10 hingga paling banyak 20 anakan burung Murai Batu.

“Ya, kalau soal omset dalam satu bulan saat ini lumayanlah, untuk usia 40 hingga 50 hari anakan Murai Batu saya bisa laku Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Harga ini bervariasi karena disesuaikan dari indukannya, dan dipenangkaran kami ini semua indukan adalah pemenang lomba burung berkicau jadi tidak perlu diragukan untuk kualitas anakannya,” bebernya.

Perlu kesabaran dan ketekunan, itulah yang membuat pria berpangkat Brigadir Kepala yang berdinas di Polsek Bojong ini bisa sukses menangkarkan burung murai.

Dijelaskannya, Selama 5 tahun berternak sudah mendapatkan anak murai sebanyak 326 ekor anakan Murai

“Pada anak murai hasil penangkaran kami selalu menggunakan cincin atau ring di kaki burung dengan nama ONE BF, One artinya panggilan nama dan BF singkatan dari Bird Farm dan tak sedikit anakan murai batu Ring ONE BF sudah menjadi juara di kontesan burung berkicau,” ungkapnya.

Tak jarang bagi para penghoby burung kicau untuk mendatkan anakan murai batu dari penangkaran yang dibuatnya harus daftar tunggu atau inden.

“Sudah banyak yang pesen sih. Tapi yang jelas ini kerjaan sampingan saya mas, sebagai Insan Bhayangkara saya tetap pelayan masyarakat dan tetap sebagai pengayom juga pelindung masyarakat,” pungkasnya. (Ft)