Beranda Berita Utama Dinamika Penanganan Siti Muniah, Diwarnai Kontradiksi

Dinamika Penanganan Siti Muniah, Diwarnai Kontradiksi

752
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kilas balik Penanganan salah satu Ibu yang sebelumnya mengidap penyakit kangker rahim sempat diberitakan terbaring dalam kondisi sakit, terkulai lemah tidak berdaya ditengah Pandemik mewabahnya Virus Corona dan disaat berlangsungnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum juga mendapatkan pengobatan yang layak.

Pasalnya, hingga detik ini Siti Muniah (37) masih terbaring tanpa adanya perawatan yang insentif dari para profesional medis dikediamannya di Kp. Katulampa RT.03/0019 Kelurahan Katulampa, Kec. Bogor Timur, Kota Bogor, (29/05/2020)

Mengingat, dari informasi yang dihimpun oleh awak media , LSM Mitra Rakyat Bersatu (MRB) mengemukakan bahwa pertanggal 26 Mei tahun 2020, pihaknya membawa yang bersangkutan Siti Muniah (37) ke-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, guna mendapat penanganan kesehatan oleh tenaga medis lebih lanjut.

Namun menurut keterangannya, setibanya di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bogor, pasien ditolak dengan alasan hasil laboratorium yang bersangkutan dalam keadaan bagus.

” kami kemarin bawa pasien ke RSUD kota ternyata di tolak pasien di bilang hasil lab-nya bagus,” ungkap Fenny Asisten Sekjen MRB dan didampingi Sekjen MRB Franky Alexander Silitonga, SH, Rabu (27/05/2020).

Di tempat terpisah, ketika dikonfirmasi kepihak RSUD Kota Bogor melalui kepala ruangan IGD Dwi Sunarti mengelak dengan tegas bahwa pihak RSUD Kota Bogor tidak pernah melakukan penolakan terhadap pasien manapun.

“ketika pasien datang ke IGD pukul 10:45 WIB (26/05/2020), kita tidak tolak. Dan kita sudah melakukan prosedural yakni pemeriksaan yang dilakukan Dokter jaga pada saat itu Dokter Igor,” kata Dwi di dampingi Kabag Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) RSUD Kota Bogor Taufik Rahmat kepada sejumlah wartawan Rabu, (27/05/20).

lebih lanjut kata Dwi, Selain di lakukan pemeriksaan oleh dokter jaga, lanjut Dwi, pihaknya juga melakukan pemeriksaan laboratorium (LAB) kepada pasien.

“Karena menurut keterangan Dr. Igor,  pasien tersebut masih dalam keadaan batas normal,” imbuh Dwi

Masih kata Dwi, dia menjelaskan bahwa yang bersangkutan memang dipulangkan untuk melakukan kontrol lanjutan, karena sebelumnya sudah berobat di RSUD Ciawi sehingga tinggal menunggu pemeriksaan dan tindakan dari RSUD Ciawi jadi tidak ada indikasi untuk dirawat, katanya.

Masih di Tempat yang sama, Taufik Rahmat Kabag Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) RSUD Kota menambahkan bahwa
yang bersangkutan sebelumnya mengidap mioma uteri, jadi pasien ini adalah pasien dari Rumah Sakit Ciawi yang sudah biasa berobat di sana dan otomatis rekam medis pasti ada di sana.

“untuk Siti Muniah karena riwayat medisnya ada di Ciawi dan rutin berobat disana ya dilanjutkan disana, saran dari kita kalaupun mau yang bersangkutan dilanjutkan dulu, nanti dari hasil di sana kalau misalkan mau dirujuk ke RSUD Kota Bogor, ya kita bisa “ungkapnya.

“Artinya kita tidak berupaya untuk membuat bias tentang hasil pemeriksaannya karena memang hasil pemeriksaannya seperti itu, normal-normal saja dan bisa di rumah untuk perawatan sementara” imbuhnya.

“dari kejelasan tadi saya tambahkan artinya tindakan itu sudah diberikan dan sudah dilakukan, saya paham betul untuk setiap pasien yang datang pasti akan dilakukan dan terkait dari hasilnya sesuai dari pemeriksaan labnya bilamana si pasien masih normal dan bagus pasti sarannya dari dokter bisa di rumah” Pungkas Taufik dengan lugas.

Dilain hal, awak media menemukan beberapa kejanggalan yang ditemukan saat menginvestigasi permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini.

Kontradiksi Siti Muniah dibawa ke RSUD dan sudah dirawat di RSUD pada tanggal 27 mei 2020.

Wawan Aswani Camat Bogor Timur, membenarkan hal tersebut. Bahkan kata dia, pasien kini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah.

“Alhamdulilah yang bersangkutan sudah ditangani dan sudah dirawat di RSUD. Tadi kita bujuk untuk dirawat, Alhamdulilah mau dan langsung dibuatkan rujukan oleh kepala Puskesmas bogor timur untuk proses perawatan di RSUD,” terang Camat saat di konfirmasi via pesan singkat WhatsApp, Rabu (27/5/20).

Saat team investigasi mengunjungi kediaman Siti Muniah pada tanggal 27 mei 2020 malam hari

Lain halnya penuturan Dicky Lurah Katulampa mengklarifikasi, ia mengaku bahwa keluarga tersebut ia urus mulai dari RT, RW dan Kelurahan telah beberapa kali membantu, bahkan yang bersangkutan telah dirawat di RS Ciawi. Ibu tersebut juga merupakan penerima bantuan Pemerintah memiliki BPJS. Bahkan tahun ini pihak kelurahan akan memasukan bantuan BSPS ( bantuan perbaikan rumah).

“Kami sudah minta yang bersangkutan ke rumah sakit umum daerah Kota Bogor, namun yang bersangkutan menolak. Jadi mohon jangan dilebih-lebihkan. Jika ada pihak yang ingin mengetahui informasi lengkapnya, boleh datang ke Kelurahan Katulampa,” tandasnya. Dilansir dari https://bogorchannel.id/peristiwa/1-keluarga-sakit-kondisi-kurus-kering-lsm-mb-tuntaskan-penanganan-hingga-masuk-rumah-sakit/

Menguak langsung, Awak media memastikan kontradiksi yang terjadi ke pihak RSUD Kota Bogor, mempertanyakan perihal pasien atas nama Siti Muniah yang datang ke RSUD pada tanggal 27 Mei 2020. Setelah dikroscek oleh pihak RSUD Kota Bogor ternyata pasien tersebut tidak pernah datang ke RSUD Kota Bogor

Terkait hal tersebut, Melalui kepala ruangan IGD Dwi Sunarti lantang menegaskan

“Dari pukul 09:00 WIB (pagi) hingga pukul 04:00 WIB (petang hari) tidak ada pasien AN. Siti Muniah yang bersama pihak Kecamatan Bogor Timur datang ke-RSUD,” tegas Dwi didampingi Taufik Rahmat. (27/5/2020)

Selang beberapa waktu, ditempat yang sama saat rekan-rekan media mengkonfirmasi kejanggalan tersebut di Ruangan Humas RSUD Kota Bogor, Taufik Rahmat ingin memastikan dan mencoba menghubungi ketua LSM dari MRB melalui alat telekomunikasi.

Pasalnya, dari hasil percakapan antara mereka bahwa pasien atas nama Siti Muniah sudah sampai di RSUD dari tadi. Anehnya setelah dicek oleh pihak RSUD ternyata sampai detik itu pasien tersebut tidak pernah datang ataupun dirawat. (27/05/2020) sore hari.

Hal yang sama juga di ungkapkan pihak keluarga. bahwa Siti Muniah tidak dirawat di RSUD, ia ada dirumah sedang istirahat.

“Memang benar pak Camat datang ke rumah untuk membawa Siti Muniah kembali ke RSUD namun pasien tetap tidak diterima, karena menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit yang pertama kali pasien dirawat,” kata salah satu pihak keluarga.

kediaman Siti Muniah pada tanggal 29 Mei 2020 malam hari

Untuk memastikan hal tersebut, pihak media melakukan beberapa kali kunjungan ke kediaman pasien atas nama Siti Muniah tersebut. Setibanya disana awak media menyaksikan pasien tampak masih dirumah sedang beristirahat. Jumat malam.(29/05/2020), (ry/dmr)