Beranda Berita Utama Warga Kalangsono Berharap Kepala Desa Yang Baru Lebih Amanah dan Bijaksana

Warga Kalangsono Berharap Kepala Desa Yang Baru Lebih Amanah dan Bijaksana

640
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|BATANG – Pada tanggal 8 Nopember Bupati Wihaji telah melantik 163 kepala desa secara serentak se kabupaten Batang. Pada acara pelantikan tersebut juga dihadiri Forkomida Batang, beserta jajarannya. Selasa (12/11/19).

Adapun jumlah keseluruhan 205 kepala desa yang akan dilantik. Tahap pertama 163 kepala desa dan sisanya 42 kepala desa akan dilantik 29 Desember. Pelantikan yang dilaksanakan dengan khidmat, sukses dan lancar di pendopo kabupaten Batang.

Pelantikan kepala desa, telah sah dan resmi sebagai pejabat definitif, untuk selanjutnya dapat menjalankan program dan kinerjanya masing – masing membangun desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

Wihaji dalam sambutannya mengatakan, “harus bijak menggunakan dana desa secara cermat, teliti sesuai dengan kebutuhan yang mendasar dan pokok, sesuai dengan besaran kuncuran anggaran dana desa,”mengutip apa yang disampaikan Wihaji saat memberikan sambutan pada acara pelantikan kepal desa.

Wihaji menyampaikan “sesuai peraturan kepala desa, yang akan menjabat hingga enam tahun mendatang, agar segera menjalankan tugas dan kewajiban sesuai program yang sudah disusun. Saya juga minta lebih inovatif dan kreatif untuk angkat potensi desa,”ujar Wihaji dengan terang.

Ada juga salah satu kepala desa dari kecamatan Banyu Putih yang hadir diantaranya Riyanti kepala desa Kalangsono
didampingi suami.

Sudah jadi suatu harapan warga Kalangsono kepada kepala desa yang baru dilantik dapat membawa kemajuan bagi desanya, sehingga kami sebagai masyarakat dapat menikmati hasil dari pembangunan yang ada,” ucap Agus warga Kalangsono disaat diminta keterangan oleh awak media.

Hal yang sama juga disampaikan Darso warga Kalangsono bahwa kepala desa yang baru, harus bisa mengoptimalkan dan meningkatkan kinerja perangkat pemerintahan desa sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya.

“Agar dalam pengurusan apapun lebih tanggap, mudah dan cepat. Dan paling utamanya harus lebih transparan dalam pengelolaan dana desa, dan akan lebih tepat lagi kalau melibatkan langsung masyarakat dalam pengerjaannya,” terang Darso. (Niko).