Beranda Berita Utama BNPB Sasar Pembina Pramuka Di Buleleng Lakukan Penguatan Dalam Satuan Pendidikan Aman...

BNPB Sasar Pembina Pramuka Di Buleleng Lakukan Penguatan Dalam Satuan Pendidikan Aman Bencana

288
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|BULELENG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyasar pembina pramuka di Buleleng, dari berbagai jenjang untuk melakukan penguatan dalam Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) berbasis gugus depan.

Bimbingan teknis pembina pramuka dalam rangka implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Berbasis gugus depan. Yang akan direncanakan berlangsung hampir seminggu dengan melibatkan 40 pembina pramuka. Dan bertempat di Hotel Aneka Lovina Kecamatan Buleleng/Bali. Kemudian akan dibuka langsung oleh Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB, Raditya Jati.

Selain para pembina pramuka, dalam kegiatan melalui pemberian materi dan juga praktek yang melibatkan peserta dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Sehingga diharapkan Bintek yang berlangsung mampu diterapkan secara bersama oleh Pramuka, Disdikpora dan BPBD.

Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB, Raditya Jati usai membuka kegiatan tersebut menjelaskan, keterlibatan pembina pramuka di dalam upaya pengurangan resiko terhadap bencana karena melihat potensi yang dimiliki Gerakan Pramuka yang mampu memberikan edukasi sejak dini.

” Sejak tahun 2019 awal Januari waktu itu kami Kepala BNPB bersama kwarnas pramuka dengan penandatanganan kerjasama salah satunya untuk melakukan upaya pendidikan terhadap bencana melalui gugus depan dan mengajak pramuka sebagai garis depannya. Pada bencana sudah bagian dari kami untuk membantu untuk mendidik menginformasikan ke masyarakat terhadap ancaman resikonya,”papar Raditya jati.

Direktur PRB Raditya Jati memaparkan, Kabupaten Buleleng disasar sebagai kegiatan Bimtek sebagai upaya untuk pemberian modul-modul aman bencana dan sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan modul materi yang akan diberikan.

” Kegiatan bimtek yang kita lakukan hari ini merupakan rangkaian kegiatan dari sepuluh kabupaten kota. Kita upayakan untuk memperbaiki modul- modul untuk para pembina yang diajarkan kepada para siaga dan pendalaman. Dan ini akan dimanfaatkan oleh pramuka seluruh Indonesia, bagaimana melakukan pilar pendidikan aman bencana.

” Jadi hari ini adalah salah satu upaya kita niatkan pendidikan aman bencana ini, melalui kepramukaan. Dan kami terima kasih dengan temen temen pramuka, khususnya sekarang yang ada di buleleng. Untuk siap menerima informasi dan siap untuk melakukan penyelidikan dan menularkan kepada adik adik. Khususnya yang kami harapkan juga bisa menurun menular ke keluarganya untuk membangun ketangguhan terhadap bencana,”papar Raditya Jati.

Sementara, mengawali pelaksanaan Bimbingan teknis pembina pramuka dalam rangka implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) berbasis gugus depan. Akan diberikan materi Kondisi Kebencanaan di Provinsi Bali oleh BPBD Provinsi Bali, Kebijakan Pramuka dalam Penanggulangan Bencana dari Kwarda Bali, Satuan Pendidikan Aman Bencana di daerah rawan bencana oleh BNPB dan Kebijakan Kemdikbud terkait Satuan Pendidikan Aman Bencana dari kementerian Dikbud.

”Setelah kita masuk dengan Kementrian pendidikan dan kebudayaan di jalur formal jalur edukasi melalui kurikulum muatan lokal. Dari 490 sekolah kita lihat bahwa potensi pramuka. Kita katakan mereka punya militansi atau karya saya sakti. Istilahnya tidak ada pabriknya, kami melihat pramuka itu adalah potensi untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang takut terhadap bencana sejak dini.

Jadi karakter itu harus terbentuk sejak dia tidak bisa kita ke pendidikan yang instan jadi memang harus mereka kita siapkan generasi generasi mendatang itu melalui pramuka terhadap bencana sejak dini jadi karakter itu harus terbentuk sejak dia tidak bisa kita ke pendidikan yang instan jadi memang harus mereka kita siapkan generasi generasi mendatang itu melalui pramuka,”jelas Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB, Raditya Jati.

Menurut rencana, kegiatan yang melibatkan sejumlah instruktur dalam kebencanaan itu juga akan melakukan pelaksanaan aksi melalui persiapan dan praktek kegiatan yang akan dilakukan secara bertahap dan pasca pelaksanaan bimtek dapat disebarkan ke masing-masing gugus depan. (Gede.s)