Beranda Berita Utama Wakil Bupati Achmad Lamani Buka Pelatihan Manajemen Homestay di Muna Barat

Wakil Bupati Achmad Lamani Buka Pelatihan Manajemen Homestay di Muna Barat

697
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|MUNA BARAT – Wakil Bupati Muna Barat (Mubar) Achmad Lamani membuka pelatihan manajemen Homestay yang diselenggarakan oleh Dinas Parawisata dan Kebudayaan Mubar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Aula Youme Coffee pada Jumat 3 Mei 2019 siang. Rencananya kegiatan ini berlangsung hingga 4 Mei 2019 besok.

Achmad Lamani dalam sambutannya menyampaikan, saat ini bisnis parawisata semakin menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian daerah. Salah satu daya tarik wisata yang berkembang saat ini adalah wisata yang berbasis pada kearifan lokal.

“Mubar memiliki banyak kawasan dengan karakteristik yang bisa menjadikan daerah kita sebagai tujuan wisata. Kalo masyarakat kita adalah masyarakat agamis, yang menghormati adat istiadat dan budaya silahkan kita kembangkan objek wisata ini. Kita harus tetap mengedepankan kearifan lokal,” kata Achmad Lamani.

Pria kelahiran Mandati, 31 Desember 1956 ini berharap dengan pelatihan ini mudah-mudahan dapat memberikan pengetahuan tentang daya jual Homestay serta bagaimana memberdayakan Homestay yang berstandar tinggi serta dapat menarik wisatawan local maupun asing.

“Homestay ini tidak akan berarti apa-apa jika sumber daya manusianya belum diperbaiki. Saya berharap agar kegiatan ini dapat berjalan sebaik-baiknya dan dengan harapan para peserta dapat menerapkan ilmunya usai mengikuti pelatihan ini,” kata mantan Kepala Biro Organisasi Tatalaksana dan Kepegawaian, Sekertaris Daerah Sultra ini.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mubar, La Ode Ali Kadirun mengungkapkan dalam kegiatan pelatihan manajemen Homestay ini diikuti oleh beberapa unsur diantaranya pemerintah, camat, desa tokoh masyarakat dan pelaku usaha homestay sebanyak 55 orang se Kabupaten Mubar.

“Para peserta pelatihan dibimbing dan diarahkan bagaimana membuat para wisatawan berkunjung ke daerah Mubar bisa merasa nyaman, aman dan tidak meninggalkan cerita-cerita yang membuat daerah Mubar termaginalkan dari segi moralitas,” terangnya. (Den)