BHARATANEWS.ID | BOGOR -Ratusan warga dari wilayah Ciomas dan dua desa di Kecamatan Cijeruk menggelar aksi unjuk rasa terkait rencana penutupan akses jalan menuju wilayahnya, Rabu (21/10/2026).
Warga yang berasal dari Kampung ciomas Bogor selatan, Desa Cibalung, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, menolak keras rencana penutupan akses jalan utama yang selama ini menjadi jalur penghubung mereka, Jalan tersebut disinyalir sudah dari jaman nenek moyang dipergunakan warga dan saat ini warga mendengar gembar gembor jalan akses yang melintasi Perumahan Rancamaya tersebut akan ditutup.
Salah satu Warga, Roy, menegaskan tuntutan utama warga sangat sederhana, yakni agar jalan utama jangan sampai ditutup.
“Kalau tuntutan sih nomor satu, jalan utama jangan sampai ditutup. Kalau jalan utama yang arah ke Kertanegara itu ditutup, kita minta satu-satunya akses yang satunya, akses jalan dulu itu, Jasmin itu harus dibuka,” ujar Roy.
Menurut Roy, jalan baru yang ada saat ini bukanlah jalan pengganti jalan utama. Ia menjelaskan jalan utama yang seharusnya ada adalah dari Gunung Gadung tembus ke Rancamaya, yang hingga kini belum terealisasi. Warga selama ini hanya mengandalkan satu jalur saja.
“Jalan yang sekarang baru ini kan bukan jalan untuk gantinya jalan utama kita. Jalan yang utama kan dari Gunung Gadung tembusnya ke Rancamaya kan harusnya ada. Selama ini yang tembus Rancamaya kan belum ada. Kita cuman lewat satu jalur aja,” jelasnya.
Roy mengungkapkan antusiasme warga sangat tinggi. Aksi yang diikuti ratusan orang tersebut bahkan berpotensi melibatkan ribuan warga jika tidak ditahan.
“Kemarin itu kira-kira ada ratusan orang ya yang demo. Kalau nggak ditahan itu bisa sampai ribuan warga. Ya semua yang masih menggunakan akses ini pasti ikut. Cibalung, Cipicung, Cijeruk, dan Ciomas,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Kertamaya, Achmad Jaelani Saat ditemui di Kantornya, menjelaskan pihaknya hanya memfasilitasi agar situasi tetap kondusif. Ia menyarankan agar pihak Rancamaya Estate dapat dikonfirmasi langsung terkait rencana penutupan tersebut.

“Tuntutannya sih agar jalan tidak ditutup, yang di Rancamaya akses jalan, kalau rencana penutupan itu yang tahu pihak Rancamaya, kalau kita hanya penengah, mungkin bisa ditanya langsung ke pihak Rancamaya. Kalau dari saya sih mudah-mudahan ada solusi yang terbaik ya, intinya mudah-mudahan kita di Kertamaya ini kondusif,” ujar Jaelani.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap ada solusi terbaik dari pihak pengembang Rancamaya Estate dan pemerintah terkait agar akses jalan warga tidak terputus.






