Beranda Berita Utama Diduga Akibat Kelelahan, Munadi Meninggal Dunia Di Sawah

Diduga Akibat Kelelahan, Munadi Meninggal Dunia Di Sawah

243
0
BERBAGI

BHARATANEWS.ID|MAJALENGKA – Munadi (38) warga Desa Tenajar Kecamatan Kertasmaya Kabupaten Indramayu ditemukan tergeletak tak bernyawa di gubuk sawah milik Wastim yang terletak di blok Hoe Cai Desa/Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, Senin (21/3/2019) sekira pukul 16.30 WIB.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, pria tersebut meninggal dunia saat sedang bekerja disawah.

Setelah mendapat laporan dari pemilik sawah bersama warga. Perangkat Desa Kertajati, Ali langsung meneruskan laporan kejadian tersebut keanggota piket SPKT Polsek Kertajati Resor Majalengka dan diterima piket Ka SPKT Aiptu M.Dadang.

Para saat dilaporkan, jenazah belum dievakuasi karena menunggu pemeriksaan dari pihak Kepolisian.

Dan setelah menerima laporan, kemudian piket SPKT Aiptu M Dadang dan Bripka Karnadi bersama pelapor mendatangi TKP dan benar sesampainya di TKP ada jenazah serta sejumlah warga yang menunggu jenazah tersebut.

Dari keterangan saksi yang juga pemilik sawah, Wastim sekitar jam 5 pagi Munadi meminta untuk bekerja disawah, Dan Wastim menerima Munadi untuk bekerja disawahnya. Kemudian sekira pukul 15.00 WIB Wastim melihat Munadi tergeletak didalam gubug.

Setelah memastikan bahwa Munadi telah meninggal dunia, kemudian Wastim meminta bantuan kepada warga sekitar dan kemudian warga melaporkan kejadian tersebut ke aparat Desa, lalu kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kertajati.

Polisi di TKP berupaya mengumpulkan keterangan dari saksi saksi serta dipastikan pada jenazah tidak ditemukan adanya kejanggalan, kemudian Polisi dibantu warga mengevakuasi jenazah Munadi untuk dibawa ke RSUD Cideres Majalengka, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

” Berdasarkan pemeriksaan sementara bahwa Munadi meninggal dunia diduga karena kelelahan dan setelah selesai diperiksa di RSUD Cideres Majalengka jenazah Munadi diambil pihak keluarganya untuk dimakamkan,” ungkap Kapolres Majalengka AKBP Mariyono kepada media. (Nano).