Selamatkan Prof Bambang Hero Saharjo

1890
0
SHARE

Ada perusahaan terbukti bersalah membakar hutan Indonesia, dihukum denda 1M, tapi malah balik tuntut saksi ahli sampai 500M!

Ketidakadilan ini menimpa Pak Bambang Hero. Dia hanya penuhi undangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk jadi saksi ahli. Tugasnya hitung kerugian negara akibat kebakaran hutan yang disebabkan PT Jatim Jaya Perkasa (PT JJP). Tapi malah digugat!

“Kita memiliki banyak akademisi lingkungan hidup dan kehutanan. Akan tetapi hanya sedikit akademisi yang mau dan berani memberikan keterangan ahli di persidangan untuk membela kepentingan rakyat korban kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” terang Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani dalam siaran persnya, Rabu (10/10/2018).

Rasio mengutip Pasal 66 UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Yaitu:

Setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata.

Pasal 76 UU No.18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan:

Pelapor dan informan tidak dapat dituntut secara hukum, baik pidana maupun perdata atas laporan dan kesaksian yang akan, sedang, atau telah diberikannya.

Mengutip dari change.org “Lagian gugatan ini salah alamat. Kalau PT JJP nggak terima, mereka harusnya gugat KLHK sebagai pihak yang menggugat mereka. Kesaksian Pak Bambang Hero di depan majelis hakim juga terbukti benar dan dijadikan pertimbangan hakim memutus perkara. Dikhawatirkan, gugatan ini selain nggak adil, tapi juga bisa bungkam para saksi ahli yang lain dalam melakukan tugasnya dan usahanya menyelamatkan lingkungan Indonesia.”

Pak Bambang Hero juga bukan cuma ahli lingkungan. Tapi juga “hero” kita karena ia sudah lama bantu pemerintah dalam ratusan kasus untuk selamatkan lingkungan Indonesia. Berkat ilmu dan jasanya, banyak perusahaan perusak lingkungan yang akhirnya dihukum.

chn.ge/2ytdU57

Hingga Rabu (10/10/2018), sudah sebanyak 40.868 orang telah menandatangani petisi ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here