Polsek Seririt Berhasil Mengamankan Pelaku Ilegal Loging

1073
0
SHARE

BHARATANEWS.ID|BULELENG – Jajaran Polsek Seririt, meringkus pelaku ilegal loging pada Sabtu (17/11) sekitar pukul 02.45 wita. Saat diamankan polisi, pelaku yang diketahui bernama Ketut Arimbawa (33 thn) warga Banjar Dinas Belulang, Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Buleleng. Kedapatan sedang membawa 65 batang kayu jenis sonokeling yang diangkut menggunakan mobil truck dengan nopol DK 9310 AN.

Penangkapan Arimbawa ini bermula dari laporan masyarakat, bahwa ada mobil truck yang mengangkut kayu. Dan diduga berasal dari hutan Negara di kawasan Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt. Berdasarkan laporan itu, Tim Opsnal Polsek Seririt, langsung menuju ke lokasi dan mendapati mobil truck dengan nopol DK 9310 AN membawa 65 batang kayu jenis sonokeling.

Mobil truck itupun distop dan langsung diperiksa anggota polisi. Saat diperiksa, pengemudi mobil yakni Arimbawa tidak bisa menunjukan dokumen kepemilikan puluhan kayu tersebut. Sehingga pelaku Arimbawa pun langsung digiring ke Mapolsek Seririt untuk menjalani proses pemeriksaan.

Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, KBO Reskrim Polres Buleleng, Iptu. Dewa Sudiasa mengatakan,” Dari tangan pelaku Arimbawa, anggota berhasil menyita barang bukti berupa 65 batang kayu jenis sonokeling, 1 buah geregaji mesin, dan 1 unit mobil truck DK 9310 AN yang digunakan pelaku untuk mengangkut puluhan kayu tersebut,”katanya.

Lanjut Iptu Dewa Sudiasa menambahkan, “Pelaku mengangkut kayu dan memiliki kayu tersebut tanpa dokumen. Pelaku mengambil kayu itu di hutan negara kawasan Desa Pangkungparuk, dengan cara menebang kayu hutan memakai geregaji mesin dan puluhan kayu-kayu itu diangkut menggunakan truck milik pelaku,” ungkap Dewa Sudiasa, Rabu (21/11) siang.

Berdasarkan keterangan dari pelaku, sambung Dewa Sudiasa menjelaskan,” Puluhan kayu itu akan dijual pelaku ke wilayah Jawa. Dan akan dilakukan pengembangan terkait kasus ilegal loging yang melibatkan pelaku Arimbawa ini. Untuk mengetahui kemungkinan ada gudang tempat pelaku selama ini menyimpan kayu hasil curian di kawasan hutan negara, “jelasnya.

“Sementara baru ada satu tersangka, kalau gudang sementara belum, dan ini masih dalami lagi. Pelaku ditangkap saat diperjalanan usai mengambil kayu di kawasan hutan oleh tim opsnal saat melakukan patroli. Sekarang proses dari kasus ini, masih dalam penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Dewa Sudiasa.

Kini pelaku Arimbawa terancam dijerat dengan Pasal 83 ayat (1) jo Pasal 12 huruf e UU RI No. 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara serta denda paling banyak Rp2,5 miliar. (gede.s)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here