Polda Papua Jelaskan Terkait Tewasnya 31 Pekerja Proyek Trans Papua

900
0
SHARE

BHARATANEWS.ID|PAPUA – Polisi selidiki informasi tentang pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak. Senin (03/12/18)

Dari informasi masyarakat bahwa pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada hari Minggu 2 Desember 2018 di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Sebelumnya Bapak Cahyo Project Manager PT. Istika Karya paket pembangunan jembatan Habema- Mugi mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh Bapak Jhoni selaku Koordinator lapangan PT. Istika Karya pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi akan tetapi Bapak Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut.

Mendapati hal tersebut Bapak Jhoni selaku Koordinator lapangan PT. Istika Karya pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi, yang saat ini sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Kali Aurak, Kali Umtlat, Kali Yigi, Kali Nigidirik Distrik Yigi Kabupaten Nduga merasa curiga.

Diketahui bahwa 1 mobil strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena dan Mendapat informasi bahwa para pekerja telah meninggal dunia akibat ulah dari OTK.

Mendapati informasi tersebut, personil gabungan Polri dan TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP. R.L. Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga, namun saat tiba di kilo meter 46 , tim bertemu dengan salah 1 mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan di blokir oleh Kelompok Kriminal Bersenjata.

Saat di konfirmasi Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H membenarkan kejadian tersebut bahwa saat ini personil gabungan TNI/Polri telah diterjunkan untuk mengecek informasi tersebut dan melakukan evakuasi terhadap para korban serta menindak tegas para pelaku.

“Memang benar terjadi dan sampai saat ini anggota kami masih melakukan penyelidikan untuk mengevakuasi serta mengejar para pelaku. Sebanyak 31 orang meninggal dunia, 24 orang dibunuh hari pertama, 8 orang yang selamatkan diri di rumah anggota DPRD dijemput, dan dibunuh 7 orang meninggal dunia. Satu orang belum ditemukan atau melarikan diri,” Kabid Humas. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here