Pembangunan Ruang Kelas Baru SD 2 Cipetir Diduga Menuai Masalah

986
0
SHARE

 

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Pembangunan ruang kelas Baru (RKB) SDN 2 Cipetir Desa Tugu Jaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor disinyalir akan menuai masalah.(30/10/2019)

Pasal nya pembangunan tersebut yang peralokasi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan biaya anggaran sebesar 175.771.300 Rupiah yang seharusnya terpampang papan nama pembangunan berikut dengan nomonal tersebut tidak ditemukan, dan parahnya lagi pembangunan RKB tersebut ditangani langsung oleh pihak sekolah dan tanpa melibatkan dari pihak ketiga.

Saat ditemui di lapangan oleh awak media Bharatanews.id, Pipin Aripin Spd. selaku Kepala Sekolah SD 2 Cipetir mengatakan “pembangunan RKB merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tidak boleh di pihak ketigakan dan pengerjaannya pun langsung sekolah yang mengerjakan” katanya

Selanjutnya Pipin Aripin saat dimintai keterangan lanjutan dia tidak bisa menyampaikan tentang panitia pembangunan sekolah tersebut.

menurut pantauan Bharatanews.id  tragisnya, Kepala Sekolah tersebut yang langsung mengerjakan untuk pembangunan ruang kelas.  diwaktu yang sama Pipin menyampaikan “kalau papan nama ini di pasang dikhawatirkan akan rusak”. (15/10/18) DI

Ditempat terpisah Sarif selaku ketua Komite SD Negeri 2 Cipetir mengetahui setelah mendapat informasi dari salah satu guru sekolah yang tidak di sebutkan namanya akan pembangunan ruang kelas setelah di kerjakan oleh Kepala Sekolah tersebut

Selanjutnya Ketua Komite SD Negeri 2 Cipetir mengakui bahwa “pembangunan RKB yang dilaksanakan oleh pihak sekolah tanpa melalui musyawarah dan tidak ada pembentukan panitia”pengakuannya

 

Kemudian Sarif menerangkan bahwa ” pembangunan penambahan ruang kelas ini berawal dari pengajuan Kepala Sekolah terdahulu yaitu Zulfikar. Karena terjadi rotasi akhirnya Zulfikar dipindahkan dan penggantinya Pipin yang sekarang menjadi Kepala Sekolah” terangnya

Dari keterangan hasil Investigasi penuturan diatas disinyalir pihak Sekolah tidak menjalankan apa yang telah ditetapkan oleh Perpres 05 Tahun 2018 dalam lampiran 1 menerangkan “Kepala Sekolah membentuk panitia pembangunan Sekolah bersama Komite Sekolah serta masyarakat”

Dalam kepanitiaan tersebut terdiri dari unsur sekolah dan masyarakat dan ini yang tidak dilakukan oleh pihak sekolah dan menjadi pertanyaan besar tentang pembangunan tersebut.(BCR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here