Merespon Tanggap Darurat Di Palu : Mapalaya Univ. Jayabaya Bergandengan Dengan Korem 132

498
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | PALU – Merespon stasus tanggap darurat yang di keluarkan oleh pemerintah terhadap bencana alam yakni Gempa dan Tsunami di Palu, Donggala-Sulawesi Tengah. Mahasiswa Pencinta Alam Univ. Jayabaya atau disingkat MAPALAYA melakukan peran serta aktif dalam hal mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

Team Mapalaya yang beranggotakan dari Mahasiswa Universitas Jayabaya awal keberangkatan dari Jakarta sudah ditugaskan untuk Melakukan Misi Kemanusiaan dengan 3 Tahapan ,
yaitu :
1. Misi Evakuasi Jenazah korban Gempa dan Tsunami.
2. Membantu Penyaluran Distribusi pemerintah dan lembaga donor ke tenda-tenda Pengungsian.
3. Misi Menyalurkan bantuan logistik dari Posko Induk Mapalaya Di-Jakarta kepada Korban bencana.

Setibanya disana Tim Relawan tersebut langsung mengunjungi posko induk yang terdapat di Makorem 132 Tadulako dan Universitas Tadulako, Palu Sulawesi Tengah dan bergabung bersama dengan Jajaran Komando Resort Militer 132/Tadulako guna mengevakuasi jenazah korban bencana untuk dimakamkan di TPU Poboya Palu.

Adapun tim dari Mapalaya berjumlah 3 orang yaitu Ade Septianto, Kevin Kaligis dan Faiz Mahdi Ryanda. Mereka berangkat dari Jakarta 3 Oktober 2018 serta sampai Jakarta kembali 28 Oktober 2018. Selain melakukan konsolidasi penanganan penanggulangan korban. Tim Mapalaya pun ikut membantu pelaksanaan evakuasi korban serta pendistribusian logistik dan juga pendataan dampak bencana dsn Trauma Healing.

Tim Mapalaya juga Bergerak ke titik-titik lokasi yang terkena dampak gempa dan tsunami, yaitu Desa Bangga Kab. Sigi, Kecamatan Kulawi, hingga di Kab. Donggala. adapun banyaknya cobaan serta rintangan Kendala yang harus ditempuh relawan disana diantaranya akses masuk Kota dan Kabupaten di Sulawesi tengah yang terdampak bencana, lokasi-lokasi bencana yang terpisah-pisah dengan Jarak yg jauh, likuifaksi yang menyulitkan operasi evakuasi Korban secara Manual, Akses yang terputus di kecamatan Kulawi akibat Longsoran, Akses sulit di Kecamatan Donggala yang hanya bisa ditempuh dengan perahu.
Ade Setianto selaku Ketua Relawan Mapalaya mengutarakan harapannya untuk para relawan korban becana
” semoga kedepannya terjalin koordinasi yang lebih baik antara relawan dan Komando Resort Militer 132/Tadulako khusunya disaat operasi SAR gabungan” harapnya

“perlunya Pelatihan antisipasi bencana smp ke aparatur tingkat terendah agar setiap daerah terdampak bencana memiliki aparatur yg lebih Tanggap Bencana dan Fase Pemulihan Pasca Bencana harap terkoordinasi lebih baik daripada di fase Tanggap Darurat” tambahnya.

Segala rintangan yang dilalui tak menjadi alasan menyerah untuk mendistribusikan logistik yang berasa dari Kas donasi Mapalaya peduli gempa dan tsunami, bantuan tersebyut akan dipusatkan Di Desa Bangga, Dusun 3 Kecamatan Dolo Selatan dengan total penduduk sebanyak 109 Kepala Keluarga. Adapun bantuan logistik yang disalurkan berupa Mie Instant, Air Mineral, Snack ringan dan alat belajar mengajar sudah siap disalurkan kepada tangan-tangan warga Desa Bangga

Relawan Mapalaya memilih Desa Bangga sebagai skala priortas Karena Desa tersebut salah satu desa terpencil yang berada di pegunungan. Pasalnya sampai detik ini Warga desa setempat masih belum bisa mencari nafkah ditambah rumah mereka yang hancur dan rusak oleh bencana.(Ry)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here