IGK. Kresna Budi : ” Wilayah Buleleng Ini Memiliki Lahan Yang Luas, Sehingga Layak Untuk Kembangkan Peternakan “

947
0
SHARE

Sektor peternakan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, Jika melihat kondisi wilayah Kabupaten Buleleng. Bahkan, bantuan ternak yang mestinya digelontorkan oleh pemerintah, diyakini mampu mengentaskan kemiskinan. Sebab, dengan adanya bantuan ternak, masyarakat mampu berwirausaha untuk bisa meningkatkan perekonomian.

Hal itu dilontarkan langsung Anggota DPRD Provinsi Bali legeslator Partai Golkar asal Buleleng , IGK. Kresna Budi Menurutnya,” Buleleng ini dengan wilayah yang luas, tentunya memiliki lahan yang cukup luas. Sehingga dinilai layak untuk mengembangkan potensi peternakan,” katanya.

“Pemerintah harus lebih banyak bisa memajukan potensi itu, luas lahan kan sudah memungkinkan. Kalau petani kita rata-rata punya lahan 20 are saja, paling tidak 1 are itu untuk peternakan, baik ternak ayam atau sapi untuk mereka melakukan usaha,” kata Kresna Budi, Minggu (2/12) siang.

Sejauh ini bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu, disebut-sebut masih belum mampu mengentaskan kemiskinan secara maksimal. Pasalnya, bantuan-bantuan yang diberikan itu belum menjamin bagi masyarakat yang kurang mampu itu bisa keluar dari lubang kemiskinan.

IGK. Kresna Budi mencontohkan, bantuan yang disebutkan kurang maksimal dalam mengentaskan kemiskinan yakni, program bedah rumah. Setelah bantuan bedah rumah selesai dan rumah itu bisa dikatakan layak huni, Kresna Budi justru mempertanyakan, kelangsungan hidup warga tersebut selanjutnya.

Sebab, untuk biaya listrik, air, dan lainnya dengan kondisi rumah yang sudah layak huni tentu meningkat. Dan itu dinilai Kresna Budi, akan menambah kesulitan ekonomi bagi warga kurang mampu. “Kalau bisa program bedah rumah itu disusul dengan program bantuan ternak, agar masyarakat desa bisa berusaha dan mereka ada pemasukan. Program itu riil kok bagi masyarakat,” jelas IGK. Kresna Budi.

Lanjut IGK.Kresna Budi menambahkan,” Kondisi wilayahnya memang agak unik karena nyegara gunung. Dimana, wilayah Buleleng bagian selatan ke atas justru subur. Sedangkan, wilayah Timur dan Barat justru kering. Dan untuk wilayah kering sangat cocok untuk dijadikan sentra peternakan. Sebab pertanian yang subur ditandai dengan peternakan yang maju,” katanya.

“Kotoran-kotoran dari ternak sapi itu, bisa dimanfaatkan untuk kesuburan lahan dan bisa dikembangkan jadi pertanian. Kecamatan Gerokgak, telah ditunjuk pemerintah sebagai sentra peternakan sapi, tapi masih belum dikembangkan dengan maksima,” ujar Kresna Budi.

Kresna Budi tidak menampik, belum digarapnya maksimal itu karena kendala sarana dan prasarana. “Saya pernah membawa bantuan ternak sapi kesana. Hanya sejauh ini, harus dibantu dengan air saat kering mereka susah. Dana desa apapun itu, lebih banyak bikinkan tempat air atau sumur bor disana, harus dicari sumber-sumber air,” ungkap Kresna Budi.

Untuk itu Kresna Budi berharap, baik Pemprov Bali maupun Pemkab Buleleng bisa menyiapkan anggaran lebih untuk sektor peternakan, karena memiliki potensi besar untuk kemajuan desa di Buleleng. “Harapan, alokasi anggaran bisa dilebihkan, walaupun kembali ke Dinas itu sendiri. Misalnya ternak ayam, telor yang dihasilkan itu bisa dijual, dan mereka akan mampu menghasilkan pendapatan,” pungkas Kresna Budi. (gede.s)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here