Allaikassalam, S.H.I Menanggapi Polemik Yang Sedang Terjadi Di PT Il Jin Sun Purwakarta

1294
0
SHARE
BHARATANEWS.ID|Seluruh Tenaga kerja tetap PT Il Jin Sun yang berlokasi di cibening purwakarta, berharap cemas perihal keberlangsungan nasib mereka. Khususnya soal tunggakan gaji maupun pesangon sebagai hak pekerja.

Alaikassalam selaku anggota legislatif Komisi IV kabupaten Purwakarta, menanggapi polemik yang sedang terjadi di pabrik Garmen milik PT Il Jin Sun.

 Alaikassalam S. H. I saat di konfirmasi mengatatan, ” Berharap gaji tenaga kerja di bayarkan, BPJS ketenagakerjaan segera dicairkan, dan hak pesangon karyawan di bayar. Dan status perusahaan harus di Off, agar tenaga kerja dapat mencairkan BPJS. Karena apabila belum di Off akan menghambat pencairan, maka dari itu  aktivasi di perusahaan harus dii offkan. Dan BPJS segera secepatnya di cairkan. Karena karyawan harus memiliki packlaring dari perusahaan tersebut, dan itu adalah salah satu syarat pencairan,” katanya.
Lanjut Alaikassalam, S. H. I menambahkan, “Menginginkan pihak perusahaan menghitung jumlah aset perusahaan yang tersisa. Apakah cukup untuk di bayarkan ke tenaga kerja yang tertunggak. Dan anggota dewan komisi IV sudah pernah melakukan mediasi dengan pihak disnaker. Dan hasil yang di sepakati, bahwa pihak perusahaan il sin sun harus membayar hak tenaga kerja,” jelasnya.
Memang perusahaan pihak perusahaan PT Il Jin Sun, punya itikad baik akan membayarkan hak tenaga kerja. Tapi kejelasan tersebut sampai ini belum jelas kepastiannya. Dan Komisi IV dprd kabupaten Purwakarta selaku anggota legislatif sudah menampung aspirasi tenaga kerja perusahaan PT Il Jin Sun.
Nurlela karyawan PT Il jin Sun saat di konfirmasi mengatakan, ” Besar harapan gaji di Bayar dan pesangon di kasihkan. Dari bulan oktober kami sudah tidak bekerja, sampai saat ini belum ada kepastian dari pihak manajemen perusahaan akan membayar hak tenaga kerja. Karena gaji yang belum di bayar dua bulan. Kami sering melakukan aksi demo beberapa kali, tapi saat ini juga  gaji belum jelas kapan akan di bayar. Kalau pihak perusahaan menyatakan bangkrut, kami selaku karyawan tetap menuntut pesangon kami,” paparnya.
Nurlela menambahkan,” Kalau perusahaan dinyatakan bangkrut kan ada aturan yang di pakai, waktunya juga cukup lama. Hak – hak yang mungkin agak lama diterimanya, karena harus melalui pengadilan tapi tetap harus dibayarkan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here