Tak Hiraukan Aturan Dan Hukum, Praktek Haram Mewabah Di Beberapa Sekolah Negeri Di Kota Bogor

9706
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Modus- modus Pungutan liar di lingkungan dunia pendidikan bukan suatu hal yang baru saat ini, pasalnya ditemukan dugaan praktek haram yang dilakukan di dalam lingkungan Sekolah-Sekolah Negeri saat penerimaan siswa tahun ajaran baru di Kota Bogor.

Seperti yang diketahui melalui Peratuan Presiden (Perpres) Nomor 87 tahun 2016 pasal 4e, berdasarkan Perpres ini Pemerintah RI memberikan rekomendasi kepada Pimpinan Kementrian/Lembaga serta kepada Pemerintah Daerah untuk memberikan sanksi kepada pelaku pungli sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dari hasil investigasi beberapa awak media dilapangan, ditemukan dugaan pungli di salah satu SMP Negeri di Kota Bogor dengan adanya penjualan seragam, topi, dasi, sabuk, baju olahraga, seragam lengan panjang atau lengan pendek bila dijumlahkan berkisar kurang lebih 600-650 ribu rupiah permurid didalam lokasi ruang kesiswaan. Sedangkan untuk perlengkapan atribut sekolah dijual di kantin wilayah Sekolah.

Menurut salah satu orang tua murid yang enggan diberitakan namanya, saat dimintai keterangan dirinya mengatakan, “Saya membeli Seragam batik, seragam pramuka dan seragam muslim, didalam ruang kesiswaan”.

Begitupula keterangan dari Orang Tua murid lainnya yang mengatakan, “untuk pembelian atribut di jual sebesar Rp. 101.500 dan untuk seragam sebesar Rp. 540.000”

Mengingat Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 pasal 12 huruf a-i menjelaskan bahwa baik komite sekolah, perorangan ataupun kolektif dilarang melakukan kegiatan diantaranya
a. Menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar atau bahan pakaian seragam di sekolah.
b. Melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya

Dikutip dari Tribunnews, Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pernah mengatakan aturan Permendikbud tentang Komite Sekolah dibuat untuk memperjelas peran Komite.

“Permendikbud tentang komite sekolah dimaksud mendorong partisipasi masyarakat untuk memajukan Pendidikan, aturan ini di buat untuk semakin memperjelas peran komite sekolah yang boleh dan tidak boleh dilakukan, termasuk mengenai penggalangan dana pendidikan. Bukan untuk mewajibkan pungutan”, terangnya.

Saat di konfirmasi, Wakil Kepala Sekolah di Sekolah tersebut mengatakan bahwa untuk penjualan seragam adalah pihak komite, ia pun membenarkan bahwa pihak komite mendapatkan persetujuan SK dari pihak Sekolah kepada komite.

“Sekolah tidak akan melakukan A,B,C dan seterusnya tanpa di ketahui oleh Kepala Dinas”, ujarnya.

Hal tersebut berbanding terbalik dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah, bukan mewajibkan dana dari orang tua siswa tetapi untuk menggali dana dari luar, seperti alumni, CSR, maupun individu dan unsur masyarakat lainnya yang tidak mengikat demi meningkatkan mutu Pendidikan.

Terkait penjualan seragam, Wakil Sekolah SMPN tersebut mengatakan bahwa untuk salah satu seragam batik tidak dijual di Pasar, jadi harus melakukan pemesanan. Ia pun menegaskan dirinya tidak mengetahu siapa yang menjualnya dan ia tidak mengetahui atas kegiatan itu,

“Yang setahu saya itu komite, kalau bicara detailnya saya kurang tau karena saya bukan kepala sekolah. Di luar bidang saya tidak begitu memperhatikan”, tegasnya.

Ia menambahkan, “yang mencover semua di atas semua itu ya Kepala Sekolah karena diatas, saya hanya Wakilnya”.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahmi Fahrudin mengutarakan, “Kalau yang dimaksud adalah terkait SMPN 7, kepala s3kolahnya sudah menjelaskan s3cara detil ke teman-teman wartawan, saat saya tahu tentang adanya pembelian atribut sekolah langsung saya minta untuk di hentikan, kepala sekolah saat itu tidak di tempat karena sakit, tapi karena ada kabar itu beliau langsung meluncur ke sekolah”, tuturnya melalui pesan Whatsapp kepada bharatanews.id (16/7/2018)

Selajutnya ia mengajurkan kepada awak media untuk berkomunikasi dengan kepala sekolah tersebut agar lebih jelas. (ry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here