INDONESIA DEVELOPMENT FORUM 2018: PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ABSTRAK CALL FOR PAPERS

34
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Kementerian PPN/Bappenas akan menyelenggarakan Indonesia Development Forum (IDF) 2018,
sebuah platform dialog nasional mengenai pembangunan.

IDF 2018 yang akan dilaksanakan pada 10-11 Juli 2018 di Jakarta tersebut akan mempertemukan para pemimpin lembaga pemerintahan, masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta untuk membahas solusi menghadapi tantangan pembangunan di Indonesia. Sebagai rangkaian kegiatan, IDF 2018 membuka kesempatan bagi pemerhati dan pegiat pembangunan untuk mengikuti Call for Papers bertema
“Terobosan untuk Mengatasi Kesenjangan Disparitas Pembangunan Regional di Seluruh Wilayah Nusantara”.

Ide pada makalah diharapkan dapat memberikan gagasan terbaik untuk mengatasi disparitas antarwilayah nusantara. Hingga
batas akhir penyampaian abstrak pada 19 Mei 2018, panitia IDF 2018 menerima total 580 abstrak secara daring melalui situs IDF.

Dari jumlah tersebut, 35 abstrak berhasil lolos seleksi, yang datang dari berbagai latar belakang peserta meliputi mahasiswa, peneliti, akademisi, pakar pembangunan, pengambil kebijakan, sektor swasta, dan masyarakat
sipil.

Abstrak yang diterima melewati proses penilaian dengan mempertimbangkan kriteria sebagai berikut:

(i) relevan dengan tema dan subtema;

(ii) dapat diterapkan untuk kebijakan;

(iii) menampilkan argumen, pesan kunci, atau poin-poin penting yang jelas;

(iv) orisinil atau inovatif;

(v) memiliki metodologi yang jelas; dan

(vi) didasarkan pada praktis
atau penelitian/bukti lain.

Informasi hasil seleksi abstrak yang lolos untuk mengikuti tahapan selanjutnya dapat diakses
di tautan https://indonesiadevelopmentforum.com/2018/page/winner.

Gagasan dari berbagai sektor yang sangat bervariasi, mulai dari sektor manufaktur, ekonomi digital hingga infrastruktur, dinilai oleh tim praktisi pembangunan yang terdiri atas perwakilan pemerintah, akademisi, dan mitra pembangunan internasional.

Tim penilai menelaah makalah dengan menggunakan sistem “double blind peer review”, di mana tim penilai tidak dapat melihat siapa penulis abstrak, demikian juga penulis abstrak tidak dapat melihat siapa yang menilai abstraknya.

Sebanyak 35 abstrak terpilih
yang sangat inovatif dan menginspirasi akan dipresentasikan pada acara puncak IDF 2018.
IDF 2018 merupakan upaya bersama yang digagas Kementerian PPN/Bappenas dan didukung pemerintah Australia
melalui Knowledge Sector Initiative (KSI), sebuah program kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Australia yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui kebijakan publik yang lebih berkualitas, yang menggunakan penelitian, analisis, dan bukti secara lebih baik. IDF 2018 akan melibatkan seluruh pemangku
kepentingan dalam menjaga kesinambungan kebijakan pembangunan yang berbasiskan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan fakta untuk mengurangi disparitas regional.

Melalui IDF 2018, Pemerintah Indonesia diharapkan mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan fakta yang tepat dari seluruh pemangku kepentingan sebagai masukan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN) 2020-2024. (*)