Temu Pelanggan Bogor Selatan, PDAM Janji Perbaiki Layanan di Pamoyanan

20
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menginginkan aliran atau pasokan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus mengalir selama 24 jam, begitu pun halnya dengan debitnya yang harus konsisten tidak terlampau besar maupun sebaliknya. Jadi upaya untuk meningkatkan pelayanan terus dilakukan demi kepuasan seluruh pelanggan.
Harapan itu disampaikan Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman saat menghadiri undangan dalam acara temu pelanggan dalam rangka HUT ke 41 PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di Resto Gumati, Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (02/05/2018).
“Dengan tertib tepat waktunya para pelanggan dalam membayar tagihan rekening airnya juga menjadi salah satu akumulasi peningkatan dan perbaikan pelayanan PDAM Tirta Pakuan. Dengan demikian pemeliharaan jaringan dan infrastruktur lainnya dapat terus dilakukan, selain dengan sumber pendanaan yang lainnya,” papar Usmar.
Namun demikian, tambahnya, tidak menutup kemungkinan jika sumber pendanaan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ke depannya akan ditutupi pemerintah dengan melibatkan masyarakat. Saat ini, sambungnya, regulasi tersebut tengah disiapkan.
“Pelibatan masyarakat ini nantinya bisa berupa diterbitkannya obligasi, saham dan sejenisnya. Karena ini dimungkinkan jika PDAM berubah menjadi perusahaan publik,” urainya.
Selain ratusan pelanggan dan sejumlah perwakilan unsur Muspida Kota Bogor, pada kesempatan itu hadir pula Dirut PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Sanjaya.
Dirut Deni menyampaikan apresiasi kepada pelanggan di wilayah Kecamatan Bogor Selatan atas dukungannya terhadap PDAM. Deni menyebut Bogor Selatan sebagai “tuan rumah” karena ada beberapa instalasi milik PDAM, termasuk satu kantor pelayanan, berada di wilayan yang dipimpin camat Sujatmiko Baliarto.
Deni juga mengakui ada beberapa wilayah di Kecamatan Bogor Selatan yang belum terlayani 24 jam, salah satunya Nagrok di sekitar Pamoyanan. Menurut Deni, ada sebagian wilayah di Pamoyanan, terutama di wilayah dataran tinggi.
“Untuk daerah dataran tinggi di Pamoyanan, seperti Nagrog, memang agak kurang tekanannya. Untuk itu, kami punya program penambahan kapasitas IPA Palasari 50 liter perdetik agar tekanan ke bagian (wilayah) atas makin kuat, sehingga pelayanan PDAM semakin baik,” kata Deni.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Komandan Korem 061/Suryakancana, Kol. Inf. Mohammad Hasan. Hasan mengajak pelanggan yang hadir untuk lebih menghargai air demi kelangsungan hidup umat manusia.
“(Pertemuan) ini merupakan momen untuk kembali ke alam. Kenapa? Karena kita harus lebih menghargai alam dan air. Karena perilaku kita, air itu lebih banyak mengalir ke sungai, lalu ke laut. Seharusnya air itu, kalau hujan, masuk ke tanah dan menjadi sumber mata air baru. Kalau sudah gini, PDAM yang seneng. Karena sumber mata airnya terus bertambah,” kata Hasan.
Hasan pun mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, karena akan berdampak tidak baik bagi lingkungan. “Kalau sungai banyak sampah, apa yang akan terjadi? Banjir, iya. Tapi lebih dari itu, dampaknya akan kena ke PDAM. Pasti ada sistemnya yang terganggu. Nggak boleh itu buang sampah ke sungai,” tegas perwira yang pernah bertugas di Kopasus dan Paspampres itu.
Hasan bersama jajarannya kini fokus pada optimalisasi fungsi situ-situ di wilayah Bogor. “Ada 40 situ di Bogor. Kita coba optimalkan kembali fungsi-fungsinya,” seru Hasan.
Dia mengajak masyarakat untuk lebih banyak menanam pohon. “Aya bareng kami menanam pohon,” pungkasnya.(humas dan sosial)