11 Hujan Anti Mainstream, beberapa terjadi di Indonesia ?

64
SHARE

BHARATANEWS.ID | UNIK – Akhir-akhir ini Indonesia sedang memasuki musim hujan, pastinya kita menyangka bila hujan itu identik dengan turunnya air dari langit, tetapi apakah hujan selalu identik dengan air ? nah macam-macam hujan yang tidak akan kalian sangka-sangka telah terjadi di bumi, mari simak beberapa kejadian hujan yang ternyata anti mainstream ini.

Hujan Daging

Amerika , pada tahun 1876 , di dekat Olympian Springs, ditemukan bahwa telah dijatuhi banyak sekali irisan potongan daging yang berukuran kecil dari langit. Irisan daging dengan jumlah yang tidak sedikit  mampu memenuhi tanah seluas panjang 100 yard dan lebar 50 yard. Salah satu saksi mata bernama Allen Crouch mengatakan ketika itu langit sangat cerah, lalu tiba-tiba jatuh benda-benda asing dari langit yang berukuran lebih besar dari butiran salju, benda itu ternyata daging yang tampak segar. 2 orang warga yang penasaran mencoba mengkonsumsi daging itu dan mereka berkata rasanya seperti daging kambing atau daging rusa.

Hujan Sapi

Jepang, Pada tahun 1997 bermula saat kapal penangkap ikan yang tenggelam di perairan Jepang karena hujan sapi. Pada saat evakuasi kru kapal tersebut mengatakan tiba-tiba saja ada seekor sapi jatuh dari langit dan menubruk lambung kapal hingga menyebabkan lambung kapal retak dan berlubang.

Kemudian setelah 14 hari pihak angkatan udara Rusia melaporkan kepada pihak berwenang Jepang bahwa atas kejadian tersebut beberapa awak pesawat terbang Rusia dari salah satu kargo mereka telah mencuri sapi agar mereka bisa memakan daging tersebut dan mereka siap bertanggungjawab akan kejadian tersebut. Angkatan Udara Rusia mengatakan awak kapal mencuri seekor sapi dan memasukkan ke dalam cargo pesawat secara ilegal. tentu saja saat sapi tidak suka dengan lingkungan sekitarnya, dan mulai bertingkah aneh, pada akhirnya untuk keselamatan pesawat dan tentunya  mereka sendiri, selanjutnya mereka melempar sapi tersebut dari ketinggian 30.000 kaki diatas perairan Jepang


Hujan Darah

India tahun 2001 sempat  terjadi turunnya hujan darah selama 20 menit yang membasahi tanah seluas 500.000 meter kubik. Konon setelah diteliti sampel hujan tersebut ternyata berupa kumpulan sel-sel hidup, tetapi DNA nya tidak ada yang cocok dengan semua mahluk hidup yang ada di bumi. Seperti biasa teori-teori  bermunculan muali dari teori serpihan metorit sampai darah para prajurit akibat adanya peperangan antara pasukan dewa dengan pasukan iblis di angkasa.

Beralih ke Indonesia, tepatnya madura pada tahun 2016 juga pernah terjadi kasus hujan berwarna merah darah. Sempat hangat diperbincangkan warga Dusun Jurgang, Desa Juruan Laok, Madura. Pada pertengahan bulan desember 2016 Daerah itu, sempat dilanda ‘Hujan Darah’ saat itu hujan disertai angin kencang hampir seharian melanda daerah tersebut. Awalnya, warga tidak menduga  jika air hujan tersebut berwarna merah. Akan tetapi, ketika  saat melihat air hujan yang ditampung di dalam ember dari cucuran atap rumah mereka, akhirnya mereka menyadari bahwa hujan tersebut berwarna merah. Sayangnya, tidak ada yang mengabadikan fenomena saat turunnya hujan tersebut.

Hujan Katak

Serbia. tahun 2005,  ribuan katak menghujani daerah Odzaci, sebuah kota kecil di Serbia. Ahli klimatologi bernama Slavisa Ignjatovic mendeskripsikan peristiwa tersebut sebagai “not very unusual” (tidak terlalu aneh) karena angin kencang disertai hujan bisa dengan mudah membawa ribuan katak itu.

Hujan Laba-Laba

Argentina. Pada bulan April 2007 di Propinsi Salta  telah terjadi hujan laba-laba. Bermula saat beberapa warga yang saat itu sedang berekreasi di San Bernardo di propinsi Salta menemukan permukaan tanah sudah diselimuti dengan kawanan laba-laba dengan berbagai jenis dan warna, kira-kira setiap 4 inci tanah terdapat 1 laba-laba. Ketika mereka melihat ke langit, mereka melihat kawanan laba-laba jatuh dari langit. Laba-laba itu ditemukan di sepanjang perjalanan mereka menaiki gunung San Bernardo. Kemudian mereka mengambil beberapa gambar untuk mengabadikan kejadian unik itu.

5 BENDA ANEH YANG JATUH DARI LANGIT, ADA SAPI JUGA ! daftar 5

Hujan Jelly

Skotlandia Di tahun 2009, salah satu wilayah di Skotlandia terjadi fenomena turun hujan berbentuk jelly.saat di temukan, beberapa ilmuan yang berasal dari National Geographic meneliti jelly itu dengan melakukan test, namun para peneliti gagal mengindentifikasi DNA tersebut. Teori-teori tentang asal mula “star jelly” pun bermunculan, bahwa star jelly muncul dari indung telur katak atau kodok. yang kemudian dimuntahkan oleh burung elang dan kuntul karena itu tidak dapat dicerna hingga sisa-sisa hujan meteor dan jenis jamur langka.

Hujan Cacing

Norwegia pada tahun 2015, keganjian hujan cacing  yang tidak biasa itu terjadi di  Norwegia selatan. Sekumpulan cacing yang menghujani Lindas, Suldal dekat Bergen,serta di  daerah Femunden. Fenomena cuaca aneh berupa ribuan cacing tanah hidup berjatuhan dari langit itu, sehingga membuat warga di sana keheranan. Bukan hanya cacing yang secara misterius turun dari langit. Menurut Mother Nature Network, beberapa insiden hujan cacing tersebut terjadi setelah tornado dan badai. Para ilmuwan menduga makhluk itu tersedot pusaran angin kuat yang terjadi lalu terbawa di dalamnya, dan berjatuhan saat kekuatan cuaca buruk itu melemah.

Hujan ikan

Mexiko ,  tahun 2017 bulan oktober , Fenomena hujan ikan  dari langit tersebut  terjadi di Tampico, Jatuhnya ikan ini juga disertai hujan air seperti biasanya.Ikan-ikan itu berukuran sangat kecil diperkirakan ikan tersebut hanya memiliki berat beberapa gram. Peristiwa  hujan mainstream seperti ini pernah juga terjadi di masa lampau. Namun, di zaman modern seperti sekarang, hujan ikan baru terjadi kembali di Meksiko.Pasalnya, pada saat itu Benua Amerika terutama bagian selatan baru saja diterjang oleh Badai Maria.

Hujan Bangkai Burung

Amerika, Pada tahun 2015, hujan bangkai angsa yang di perkirakan sekitar 2.000 bangkai hewan itu menghujani daerah tersebut ditemukan tergeletak di area berlumpur. Diduga burung-burung itu mati akibat kolera yang menyerang unggas (avian cholera). Belum diketahui dari mana angsa-angsa liar itu terinfeksi bakteri Para ahli biologi sempat memergoki sekitar 20 elang berada dekat dengan bangkai-bangkai itu. Namun, bagaimana kondisi mereka sejauh ini belum diketahui. Meski berpotensi membahayakan hewan lainnya, namun tak sampai berisiko terhadap manusia seperti flu burung (avian influenza) misalnya.

 

Hujan Uang

Indonesia, Pada bulan februari 2018 di daerah Kuningan Jakarta di hebohkan dengan turunnya hujan uang yang berlokasi dekat area GOR Soemantri Brodjonegoro Warga di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan mendadak heboh setelah ada “hujan uang” Pada saat itu pejalan kaki Supendi(43) melihat uang beterbangan. dia sontak menghampiri  dan mencoba untuk mengambil uang-uang itu, hujan tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 dan berlangsung lebih kurang 20 menit, menurut informasi yang di dapat, ternyata hujan uang itu di tebarkan oleh seseorang yang berada di atas crane demi permintaan suatu perusahaan pembuat aplikasi.

Hujan Salju Oranye

Baru-baru ini tahun 2018 hujan salju berwarna oranye ini sempat menghebohkan masyarakat sekitar, tak hanya di satu wilayah saja, salju oranye pun turun di beberapa negara seperti Rusia, Bulgaria, Ukraina, Rumania, dan Moldova,Salju orange yang sedang terjadi ini merupakan yang terbesar dalam sepuluh tahun terakhir.

Ahli meteorologi mengatakan fenomena ini disebabkan oleh pasir dari gurun pasir gurun Sahara yang bercampur dengan salju dan hujan. Sebelumnya, debu yang terbawa angin sempat membuat langit di kota Inggris menjadi merah pada bulan Oktober tahun lalu. dalam kasus yang terjadi tahun ini, konsentrasi pasir lebih tinggi dan Menurut beberapa sumber, salju oranye terakhir kali terjadi pada tahun 2007 silam di Siberia. Salju orange yang terjadi saat itu menutupi lebih dari 15.000 km wilayah Siberia dan mengandung minyak
Sayangnya, salju oranye ini kurang mendatangkan berkah. Di Gunung Elbrus Rusia, salju orange terpaksa dibersihkan karena telah mengubur 15 mobil yang sedang parkir di tempat parkir.(Ry)