Kisah Polisi Bongkar Misteri Jasad Pemandu Karaoke yang Dicor Semen

38
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Namanya Fitria Anggraeni. Perempuan muda berusia 25 tahun ini kesehariannya tinggal di Dusun Tanggulangin, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan Kendal. Dengan latar belakang pendidikan formal yang minim dan nirketrampilan, Fitria mencoba peruntungan sebagai pemandu karaoke di daerah wisata Nglimut, Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Menjadi pemandu karaoke ternyata penghasilannya tak seperti yang diharapkan. Pendapatannya hanya dari tips pengunjung. Hal itu memaksa Fitria berutang kepada pelanggannya.

Ia merasa kebutuhannya tak sebanding dengan pemasukan. Apalagi sebagai pemandu karaoke, ia butuh kosmetik dan peralatan kecantikan.

Fitria berhutang Rp 500 ribu kepada salah satu pelanggannya, Didik Ponco Sulistio, warga Desa Puguh, Kecamatan Boja, Kendal. Didik memang dikenal hobi ke tempat hiburan karaoke dan cukup royal.

Setelah sekian lama ternyata Fitria tak bisa mengumpulkan uang untuk membayar hutangnya. Tragis. Ia dibunuh, harta bendanya diambil, dan puncaknya jenazahnya dicor dengan semen di bak rumah Didik Ponco Sulistio.

Fitria berhutang Rp 500 ribu kepada salah satu pelanggannya, Didik Ponco Sulistio, warga Desa Puguh, Kecamatan Boja, Kendal. Didik memang dikenal hobi ke tempat hiburan karaoke dan cukup royal.

Setelah sekian lama ternyata Fitria tak bisa mengumpulkan uang untuk membayar hutangnya. Tragis. Ia dibunuh, harta bendanya diambil, dan puncaknya jenazahnya dicor dengan semen di bak rumah Didik Ponco Sulistio.

Kisah itu disampaikan Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar, Senin (26/2/2018), setelah jajarannya sukses membongkar misteri hilangnya Fitria dan pencurian yang menimpanya.

Menurut AKP Aris, Fitria dibunuh dengan cara dicekik menggunakan selendang yang ada di rumah Didik.

“Pengakuan awal, tersangka jengkel karena korban tidak segera membayar hutang. Bahkan saat ditagih, justru memaki kata-kata kasar,” kata AKP Aris.

Dimaki-maki, Didik memuncak emosinya. Kejengkelannya berbuah tindakan sadis, yakni mencekik Fitria dengan selendang hingga tewas.

Melihat Fitria tewas, Didik bingung. Ia harus menghilangkan jejak. Jasad Fitria tak mungkin dibuang sembarangan karena akan gampang dilacak.

“Setelah dibunuh, awalnya cuma disembunyikan di bak mandi saja. Saya timbun pasir biar nggak bau,” kata Didik kepada (liputan6) (teguh)