5 Fakta Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam, Paling Menyedihkan Nomor 5

27
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) tewas tenggelam di Kali Ciapus, Jalan Lengkeng, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Data yang dihimpun Pojokjabar.com, Minggu (25/2/2018), kejadian tersebut terjadi sekira pukul 13.00 WIB.

Korban diduga tidak bisa berenang saat mengikuti kegiatan outbound bersama empat puluh temannya tepatnya di Kampus IPB dekat Kandang Rusa Perumdos, Jalan Lengkeng, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Berikut ini lima fakta terkait tewas tenggelamnya mahasiswa IPB tersebut:

1. sedang mengikuti agenda upgrading Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Masjid Al Hurriyyah IPB

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Biro Humas IPB, diketahui keduanya sedang mengikuti agenda upgrading Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Masjid Al Hurriyyah IPB.

Dandi merupakan mahasiswa angkatan 54 Program Peningkatan Kompetensi Umum/PPKU dengan program studi (Prodi) Teknik Sipil dan Lingkungan.

Sedangkan Fadli, mahasiswa Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Angkatan 52.

2. barang bawaan Fadli terjatuh ke sungai saat sedang bersih-bersih

Saat aksi bersih-bersih berlangsung, ada barang bawaan Fadli terjatuh ke sungai. Fadli berusaha mengambil barang tersebut, namun sayang ia terpeleset dan jatuh ke sungai.

Melihat Fadli terjatuh, Dandi berusaha menolong. Namun sayang, keduanya tenggelam di sungai yang cukup dalam.

Sekitar pukul 12.30 WIB, salah satu peserta kegiatan LDK Al Hurriyyah dengan tergesa-gesa datang melaporkan ke Kantor Unit Keamanan Kampus (UKK) IPB mengabarkan korban tenggelam di sungai Ciapus.

3. UKK IPB berkoordinasi dengan pihak Polsek Dramaga 

Kemudian pihak UKK IPB segera berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Dramaga untuk mencari korban ke lokasi kejadian.

“Pihak UKK IPB beserta warga sekitar dan mahasiswa serta tim dari Polsek Dramaga membantu proses pencarian korban,” ujar Kepala Biro Hukum, Promosi dan Humas IPB, Yatri Indah Kusumastuti.

Korban ditemukan pada pukul 14.20 WIB tidak jauh dari tempat korban terpeleset.

4. Dua jam kemudian baru ditemukan

Sekitar pukul 12.30 WIB, salah satu peserta kegiatan LDK Al Hurriyyah dengan tergesa-gesa datang melaporkan ke Kantor Unit Keamanan Kampus (UKK) IPB mengabarkan korban tenggelam di sungai Ciapus.

Kemudian pihak UKK IPB segera berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Dramaga untuk mencari korban ke lokasi kejadian.

“Pihak UKK IPB beserta warga sekitar dan mahasiswa serta tim dari Polsek Dramaga membantu proses pencarian korban,” ujar Kepala Biro Hukum, Promosi dan Humas IPB, Yatri Indah Kusumastuti. Korban ditemukan pada pukul 14.20 WIB tidak jauh dari tempat korban terpeleset.

5. nyawa korban tidak tertolong

Kemudian dengan menggunakan mobil patroli UKK IPB dan mobil patroli Polsek Dramaga, korban dilarikan ke  Rumah Sakit Karya Bakti Pratiwi (KBP) yang lokasinya tak jauh dari kampus IPB Dramaga.

“Selanjutnya korban ditangani pihak Rumah Sakit KBP. Namun nyawa korban tak tertolong,” jelas Yanti.

IPB  telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga kedua korban untuk penanganan jenazah.

(Pojok Jabar) (Wafi)